VIVAnews - Posisi pemimpin Libya Muammar Khadafi, kian hari kian terpojok. Semakin banyak kota-kota di Libya yang jatuh ke kekuasaan kelompok oposisi. Yang terakhir adalah kota Zawiyah, yang terletak 50 km dari Ibukota Tripoli.
Seperti dikutip dari situs Al Jazeera, pada hari Munggi 27 Februari 2011, sekelompok jurnalis asing digiring oleh pemerintah Libya untuk datang ke Zawiyah, untuk menunjukkan kepada mereka bahwa kelompok yang loyal terhadap Khadafi masih menguasai kota.
Tapi, setibanya mereka di sana, ternyata kota itu sudah dikuasai oleh kelompok oposisi. Beberapa pos polisi dan kantor pemerinta di sana dibakar massa, temboknya juga dicoret-coret.
Di pusat kota, para pengunjuk rasa juga meneriakkan "Khadafi keluar!" Mereka juga berhasil merebut senjata dan bahkan kendaraan tank milik pemerintah. Mereka membuat daftar giliran untuk berpatroli dan menjaga kota.
"Kami menunggu serangan (dari pasukan pro-Khadafi) yang bisa terjadi setiap saat," kata Ezeldina, salah seorang penduduk Zawiyah kepada Aljazeera. Ini tak hanya terjadi di Zawiyah, melainkan juga di kota Misurata, yang terletak 200 km di sebelah timur Tripoli.
Sebelumnya, beberapa daerah penghasil minyak di Libya, serta kota kedua di Libya, Benghazi juga telah dikuasai oleh kaum oposisi. Seiring dengan semakin banyaknya kota yang jatuh ke tangan kaum oposisi, Muammar Khadafy kini makin tergantung dengan ibukota Libya Tripoli.
Sementara, sebuah video rekaman yang diterima Al Jazeera mengungkap rencana para pemrotes untuk ramai-ramai menuju Tripoli. Mereka mengklaim telah berhasil merebut tank-tank dan persenjataan dari militer. Di Tripoli sendiri dilaporkan adanya beberapa kontak tembak secara sporadis.
Sehari sebelumnya, para penduduk Tripoli juga berteriak: "Khadafi adalah musuh Allah" sambil mengepalkan tangan mereka ke langit. Mereka menyerukan perlawanan terhadap Khadafy saat menguburkan korban yang tewas oleh serangan membabi buta tentara Libya.
Dunia internasional pun kini mengutuki Khadafy. Melalui sebuah voting Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sepakat menjatuhkan sanksi terhadap Khadafi, menyusul penyerangan terhadap pendemo anti-pemerintah.
Sanksi tersebut meliputi embargo senjata, pembekuan aset, larangan bepergian bagi Khadafi dan sejumlah orang yang terkait dengannya. Masalah Libya ini direkomendasikan untuk dibawa ke Mahkamah Internasional.
"Pesan kuat bahwa kekerasan dan kejahatan terhadap HAM tidak akan ditoleransi. Mereka yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban. Saya harap, pesan ini didengar dan diperhatikan rezim di Libya," kata Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon seperti dilansir dari laman CNN.
Pemerintah Inggris juga mencabut kekebalan diplomatis pemimpin Libya, Muammar Khadafi, beserta seluruh keluarganya. Selain itu, Inggris juga menyerukan Khadafi untuk segera turun dari kursi kepemimpinan
PBB memperkirakan korban tewas mencapai 1.000 orang sejak konflik memuncak di Libya yang berlangsung sejak pekan lalu. Namun, menurut beberapa diplomat, korban yang terbunuh di seluruh Libya diperkirakan mencapai 2.000 atau lebih.
Ban mendesak agar DK PBB segera beraksi melawan rezim Khadafi. "Dalam situasi seperti ini, makin banyak waktu yang dibuang, makin banyak pula nyawa yang melayang," kata Ban di hadapan 15 anggota DK PBB.
Sementara itu, bekas Menteri Kehakiman Mustafa Abdel Jalil membentuk pemerintahan transisional untuk menggantikan rezim Khadafi yang praktis kini hanya mengendalikan beberapa wilayah di sebelah barat kota Tripoli, dan beberapa benteng pertahanan the wilayah selatan yang gersang.
Abdel Jalil mengatakan bahwa pemerintahan transisional ini diisi oleh tokoh-tokoh militer dan sipil yang akan bekerja tidak lebih dari tiga bulan untuk mempersiapkan pemilu yang adil, agar rakyat Libya bisa memilih pemimpin mereka.
Belum dapat diketahui sejauh mana dukungan masyarakat terhadap pemerintahan caretaker yang dibentuk Abdel Jalil. Namun, Duta besar Libya untuk Amerika Serikat Ali Aujali mengatakan bahwa ia mendukung dewan nasional bentukan Abdel Jalil.
Yang jelas, Abdel Jalil telah melakukan rapat besar dengan banyak tokoh suku di Libya. "Sinyal-sinyal kejatuhan Khadafi semakin kuat. Faktanya suku-suku di Libya semakin kompak. Mereka menunjukkan persatuan dansolidaritas," kata Tony Birtley, kontributor Al Jazeera di Benghazi. (sj)
sumber:http://fokus.vivanews.com
Minggu, 27 Februari 2011
Minggu, 20 Februari 2011
Pernag salib5
Perang salib V (1217-1221)
Ini adalah Perang Salib terakhir dimana Gereja memegang peranan. Perang salib ini diserukan oleh Paus yang menyerukan Perang Salib sebelumnya, Innocent III, dan juga oleh Konsili Ekumenis ke 12, Lateran IV. Dan seperti upaya sebelumnya, target dari perang Salib ini bukanlah Palestina tapi Mesir, basis dari kekuatan Muslim, yang diharapkan oleh para Prajurit Salib untuk dijadikan bahan tawaran untuk pembebasan Yerusalem.
Tidak seperti Perang Salib sebelumnya (Keempat) yang menjadi tidak terkendali ditangan awam, upaya kali ini diletakkan dalam otoritas wakil kepausan, Cardinal Pelagius. Dia mempunyai pengetahuan militer dan secara rutin berperan dalam keputusan militer.
Usaha kali ini mengalami kesuksesan awal, dan Pasukan Muslim yang terkejut menawarkan syarat damai yang sangat menguntungkan, termasuk pengembalian Yerusalem. Tapi, Prajurit Salib, dianjurkan oleh Kardinal Pelagius, menolak ini. Sebuah blunder militer mengakibatkan Prajurit Salib kehilangan Damietta yang mereka dapat di awal kampanye ini.
Pada 1221, Pasukan Kristen menerima perjanjian gencatan senjata dengan syarat yang jauh kurang menguntungkan dari yang pertama. Banyak yang menyalahkan Pelagius, beberapa menyalahkan Paus. Banyak juga yang menyalalahkan Kaisar German Frederick II yang tidak tampil di Perang Salib kali ini tapi yang akan tampil sebagai pemeran utama di Perang Salib berikutnya.
sumber:http://kusmankecil.blogspot.com
Minggu, 13 Februari 2011
Perang Salib 3
Ilustrasi pertempuran antara Salahuddin versus Richard
Perang salib III (1188-92)
Episode perang salib III inilah yang paling legendaris. Karena adanya pertarungan sengit antara Raja Richard versus Sultan Saladin.
Pada tahun 1157, Nuruddin jatuh sakit yang cukup berat dan tak kunjung sembuh hingga dua tahun kemudian. Para amirnya telah diberitahukan dan mengusulkan untuk merebut Antiokhia, tapi Nuruddin menolaknya. Nuruddin tahu, ini belum saatnya untuk menyerang Yerusalem dan kota-kota sekitarnya. Kaisar Manuel dari Byzantium baru saja menaklukan Anatolia dengan kekuatan militernya. Kemenangan Byzantium di utara ini memaksa Nuruddin untuk mencari front pertempuran yang lain, karena adalah tindakan yang konyol melawan Byzantium yang tengah kuat secara moral setelah penaklukan Anatolia. Jika pun menang, itu pasti diraih dengan sangat tidak mudah dengan risiko banyak kehilangan nyawa prajurit. Pada tanggal 15 Mei 1174, Nuruddin wafat karena serangan jantung di usianya yang ke 60., tetapi kaum muslimin mendapatkan pengganti yang sepadan. Sultan Salahuddin/Saladin!
Sepeninggal Nuruddin pada tahun 1183, Saladin yang telah berhasil mengambil alih kekuasaan khalifah dari bani Fathimiyah yang syiah, memulai gerakannya untuk membebaskan Palestina dari tentara Salib. Pasukan Saladin menyeberangi Yordania dan menyerbu Galilea. Guy dari Lusignan, yang kini menjadi wali Kerajaan Yerusalem, segera saja memobilisasi tentaranya. Kedua pasukan kemudian berkemah berhadap-hadapan di kolam Goliath.
Disinilah terjadi perang Hittin yang berakhir dengan kemenangan gilang gemilang Sultan Saladin. Dimana kemenangan di perang Hittin berujung pada terbebasnya Yerusalem yang akan bertahan selama lebih dari 800 tahun, sampai tahun 1967 ketika Israel berhasil menginjak-nginjak kedaulatan bangsa Palestina. Dimana secara rinci kisah tentang perang Hittin akan saya posting tersendiri.
Setelah penaklukan Yerusalem, Bahauddin, sang penulis biografi Saladin, menceritakan pada kita sebuah kisah yang menunjukkan pandangan baru akan orang-orang Kristen. Waktu itu Bahauddin dan Saladin sedang berkuda di sepanjang pantai Palestina, memandang gelombang laut yang liar di musim dingin. Saladin berkata, “Aku pikir ketika Allah memberiku kemenangan atas seluruh tanah Palestina, maka aku akan membagi wilayahku, membuat wasiat untuk menyatakan harapan-harapanku, dan kemudian berlayar ke negeri-negeri mereka yang jauh dan memburu kaum Frank di sana, agar dunia terbebas dari orang-orang yang tak beriman pada Allah.”
Saladin sebenarnya sudah berniat untuk menyeberang ke Eropa dan menegakkan kalimat Allah di sana. Tapi untuk berjihad, Saladin tak perlu pergi ke Eropa karena tak lama setelah kemenangannya di Hittin, Raja William dari Sisilia segera berlayar ke Tirus dengan tujuan segera mengkonsolidasi kekuatan Kristen. Raja Guy dari Lusignan yang dibebaskan oleh Saladin, bukannya berterimakasih, tapi malah ikut bergabung dengan sisa kekuatan Kristen di Tirus dan kemudian berlayar ke Acre untuk mengepung sebuah benteng muslim di kota itu. Tentara Salib dalam jumah besar sedang berlayar dari Denmark dan Frisia untuk membantu Guy mengepung Acre.
Seiring dengan jatuhnya Yerusalem, Paus Gregory VIII menyerukan Perang Salib ketiga. Sayang waktunya bersamaan dengan matinya raja-raja yang pertama kali menjawab panggilan.
Namun tentara salib yang menanggapi seruan perang salib jilid tiga yang dilontarkan oleh Paus Gregory III, tidak terlalu semangat dalam menanggapinya. Baru pada 1191, hampir 4 tahun setelah perang Hittin, tentara salib yang utama sampai di Acre. Keterlambatan ini sebenarnya dikarenakan mereka sedang sibuk dengan masing-masing pertempurannya. Raja Philip Agustus dari Perancis dan Raja Henry II dari Inggris saling menyerbu tiada henti. Pada 6 Jui 1189 Henry II wafat dan Richard The Lion Heart mewarisi kerajaan Inggris.
Raja pertama yang menjawab seruan tersebut adalah William II dari Sisilia. Dia mengirimkan armada ke Timur tapi kemudian mati pada 1189. Henry II dari Inggris setuju untuk berpartisipasi, tapi juga mati di tahun yang sama. Kaisar Jerman, Frederick Barbarossa, yang telah ber-rekonsiliasi dengan Gereja (setelah sebelumnya sempat di ekskomunikasi), berpartisipasi dengan memimpin tentara yang besar yang mengalahkan Pasukan Seljuk pada 1190. Tapi bulan berikutnya, Kaisar yang sudah lanjut ini mati tenggelam saat dia iseng berenang di sungai Calycadnus yang terletak di dataran Seleucia dalam perjalanan ke Yerusalem.
Dua raja yang akhirnya memimpin Perang Salib ini adalah Richard I ("Si Hati Singa, Lion-Hearted), kakak Henry II dan penerusnya. Dan Raja Philip II Agustus dari Prancis.
Setelah wafatnya Henry II, perang pun berhenti dan Richard berkeinginan untuk berangkat ke timur sebagai tentara salib. Sebenarnya keinginan Richard bukan berdasarkan motivasi religius. Karena Richard adalah seorang prajurit, perang salib memberikan tantangan yang menggairahkan sebagai prajurit. Sedangkan Philip Agustus jauh lebih tidak bersemangat menanggapi perang salib, tapi ia sadar bahwa jika ia tidak mengikuti opini pubik dengan menunda keberangkatannya lebih lama, maka itu akan menjadi sebuah kesalahan politik yang cukup fatal. Philip Agustus dan Richard The Lion Heart sepakat untuk berdamai secara resmi dan berangkat bersama meninggalkan Eropa menuju Acre pada tahun itu.
Gerak maju kedua raja, Richard dan Philip, sangatlah lambat. Berangkat dari masing-masing negerinya, kedua raja ini sepakat untuk ketemu di Sisilia. Rencana mereka akan berlayar menuju Acre dan tidak menempuh jalur darat yang berbahaya.Philip sampai lebih dulu dan langsung mengatur pasukannya untuk mengepung Acre. Sedangkan Richard tertunda kedatangannya karena asih harus merebut Siprus dan menyerang sebuah kapal logistik kaum Muslim. Baru pada 6 Juni Richard sampai di Acre dan langsung ikut membantu pengepungan Acre.
Pengepungan Acre adalah sebuah pengepungan yang berkepanjangan dan membuat semua orang putus asa. Di dalam kota, pasukan Muslim berjaga-jaga dan kaum sipil menderita akibat pengepungan yang telah berlangsung 2 tahun. Di sekeliling benteng kota tentara salib berkemah mengepung. Sementara itu, di sekeliling kemah tentara salib, berkemahlah ribuan prajurit Muslim Saladin. Di dalam perkemahan tentara salib merebak wabah penyakit dan perseteruan politik antara Richard melawan Philip. Kondisi ini yang membuat mereka tak mampu menaklukkan Acre dengan cepat.
Tentara salib kali ini sangatlah berbeda dengan tentara salib sebelumnya yang sangat termotivasi dengan semangat kristus. Tentara salib pimpinan Richard dan Philip ini sangat sekuler dan terlihat sangat duniawi. Mereka sangat bersemangat ketika Richard menawarkan kepingan emas untuk setiap orang dalam pasukan yang dapat mengambil bongkahan batu dari benteng kaum Muslim. Ini berkebalikan dengan yang terjadi dalam pasukan Muslim, di mana setiap orang bertempur berlandaskan jihad membela agama. Saladin tetap mempertahankan kebiasaannya untuk membacakan hadist-hadist Rasulullah SAW di depan pasukannya sehingga motivasi jihad pasukannya tetap terjaga
Setelah pengepungan panjangnya, akhirnya kota Acre jatuh ke tangan tentara salib. Ketika melihat bendera Kristen dikibarkan dari benteng kota Acre pada tanggal 12 Juli, Saladin menangis bagaikan seorang anak-anak. Acre kemudian dikepung rapat oleh Saladin dari segala penjuru. Dan tentara salib ingin berunding dengan Saladin.
Dalam perundingan itu disepakati bahwa Acre akan diserahkan terhadap kaum Kristen bersama 15.000 orang Kristen yang menjadi tahanan Saladin. Begitu kesepakatan terjadi, Philip merasa telah selesai tugasnya dan kembali ke Perancis. Sedangkan Richard, yang kini menjadi pimpinan tentara salib satu-satunya, tetap tinggal di Acre dan mulai merencanakan operasi-operasi militer baru untuk melawan kaum Muslim. Karena merasa terbebani dengan besarnya jumlah tahanan, Richard menggiring keluar dari benteng 2700 orang Muslim termasuk anak-anak dan perempuan, untuk kemudian dibantai dengan darah dingin.
Di penghujung tahun perundingan menemui jalan buntu lagi, sedangkan pertempuran terus berlanjut. Richard berencana untuk merebut beberapa kota lagi di pantai sepanjang Askelon tapi Saladin selalu mampu merebut lagi satu kota ketika Richard baru saja berhasil menaklukkan kota lain. Ini adalah jalan buntu militer.
Sedangkan di pihak kaum Muslim, ada kepanikan yang melanda para amir. Banyak di antara mereka melarikan diri karena ketakutan ketika tentara salib maju hingga Beit Nuba. Seperti Saladin, Richard juga dalam kondisi putus asa. Setelah dua kali pasukannya dipukul mundur menjauh dari Yerusalem, para tentara salib ini marah dan nyaris timbul pemberontakan. Richard juga mendapatkan kabar buruk; Philip –temannya yang juga memimpin tentara salib bersamanya- kini tengah menyerbu tanah kekuasaannya di Perancis. Akhirnya Richard jatuh sakit. Saladin dengan ramah mengirim dokter pribadinya dan memberi hadiah buah-buahan dan es untuk dibuat minuman dingin.
Akhirnya pada 2 September Richard menyerah dan sebuah kesepakatan ditandangani yang mengatakan bahwa kedua belah pihak harus berkompromi dalam waktu 5 tahun ke depan. Saladin berjanji tidak akan mengusir semua orang Kristen dan memburunya ke Eropa. Sebagai gantinya akan ada suatu wilayah kecil sepanjang pantai, dari Jaffa hingga Beirut, yang dikuasai sebuah kerajaan Kristen dengan ibukota Acre. Raja kerajaan itu menyebut dirinya sebagai Raja Yerusalem. Sedangkan Ricahrd berjanji untuk tidak menyerang Yerusalem lagi tapi para peziarah Kristen masih diperbolehkan datang ke Yerusalem. Tentara salib pun akhirnya pulang kembali ke Eropa tanpa menaklukkan Yerusalem.
Setelah Richard The Lion Heart, Raja Inggris, beserta tentara salib yang dipimpinnya mampu diusir oleh Saladin dari Palestina, masih ada saja raja-raja, baron-baron Kristen Eropa yang mengadakan serbuan ke Palestina dan bermimpi untuk bisa menguasai Yerusalem sebagai ekspresi religius mereka. Tapi, sejarah mencatat tak satu pun dari mereka yang mampu menaklukkan Yerusalem hingga pada 1967.
sumber:http://kusmankecil.blogspot.com/2009/06/perang-salib-3.html
Palestina jatuh ke tangan orang-orang Yahudi dengan dukungan kuat negara-negara Kristen. Bahkan salah satu jenderal negara-negara Kristen ini menendang makam Shalahuddin Al-Ayubbi atau Saladin, seakan-akan cita-cita perang salib telah tercapai.
Perang salib III (1188-92)
Episode perang salib III inilah yang paling legendaris. Karena adanya pertarungan sengit antara Raja Richard versus Sultan Saladin.
Pada tahun 1157, Nuruddin jatuh sakit yang cukup berat dan tak kunjung sembuh hingga dua tahun kemudian. Para amirnya telah diberitahukan dan mengusulkan untuk merebut Antiokhia, tapi Nuruddin menolaknya. Nuruddin tahu, ini belum saatnya untuk menyerang Yerusalem dan kota-kota sekitarnya. Kaisar Manuel dari Byzantium baru saja menaklukan Anatolia dengan kekuatan militernya. Kemenangan Byzantium di utara ini memaksa Nuruddin untuk mencari front pertempuran yang lain, karena adalah tindakan yang konyol melawan Byzantium yang tengah kuat secara moral setelah penaklukan Anatolia. Jika pun menang, itu pasti diraih dengan sangat tidak mudah dengan risiko banyak kehilangan nyawa prajurit. Pada tanggal 15 Mei 1174, Nuruddin wafat karena serangan jantung di usianya yang ke 60., tetapi kaum muslimin mendapatkan pengganti yang sepadan. Sultan Salahuddin/Saladin!
Sepeninggal Nuruddin pada tahun 1183, Saladin yang telah berhasil mengambil alih kekuasaan khalifah dari bani Fathimiyah yang syiah, memulai gerakannya untuk membebaskan Palestina dari tentara Salib. Pasukan Saladin menyeberangi Yordania dan menyerbu Galilea. Guy dari Lusignan, yang kini menjadi wali Kerajaan Yerusalem, segera saja memobilisasi tentaranya. Kedua pasukan kemudian berkemah berhadap-hadapan di kolam Goliath.
Disinilah terjadi perang Hittin yang berakhir dengan kemenangan gilang gemilang Sultan Saladin. Dimana kemenangan di perang Hittin berujung pada terbebasnya Yerusalem yang akan bertahan selama lebih dari 800 tahun, sampai tahun 1967 ketika Israel berhasil menginjak-nginjak kedaulatan bangsa Palestina. Dimana secara rinci kisah tentang perang Hittin akan saya posting tersendiri.
Setelah penaklukan Yerusalem, Bahauddin, sang penulis biografi Saladin, menceritakan pada kita sebuah kisah yang menunjukkan pandangan baru akan orang-orang Kristen. Waktu itu Bahauddin dan Saladin sedang berkuda di sepanjang pantai Palestina, memandang gelombang laut yang liar di musim dingin. Saladin berkata, “Aku pikir ketika Allah memberiku kemenangan atas seluruh tanah Palestina, maka aku akan membagi wilayahku, membuat wasiat untuk menyatakan harapan-harapanku, dan kemudian berlayar ke negeri-negeri mereka yang jauh dan memburu kaum Frank di sana, agar dunia terbebas dari orang-orang yang tak beriman pada Allah.”
Saladin sebenarnya sudah berniat untuk menyeberang ke Eropa dan menegakkan kalimat Allah di sana. Tapi untuk berjihad, Saladin tak perlu pergi ke Eropa karena tak lama setelah kemenangannya di Hittin, Raja William dari Sisilia segera berlayar ke Tirus dengan tujuan segera mengkonsolidasi kekuatan Kristen. Raja Guy dari Lusignan yang dibebaskan oleh Saladin, bukannya berterimakasih, tapi malah ikut bergabung dengan sisa kekuatan Kristen di Tirus dan kemudian berlayar ke Acre untuk mengepung sebuah benteng muslim di kota itu. Tentara Salib dalam jumah besar sedang berlayar dari Denmark dan Frisia untuk membantu Guy mengepung Acre.
Seiring dengan jatuhnya Yerusalem, Paus Gregory VIII menyerukan Perang Salib ketiga. Sayang waktunya bersamaan dengan matinya raja-raja yang pertama kali menjawab panggilan.
Namun tentara salib yang menanggapi seruan perang salib jilid tiga yang dilontarkan oleh Paus Gregory III, tidak terlalu semangat dalam menanggapinya. Baru pada 1191, hampir 4 tahun setelah perang Hittin, tentara salib yang utama sampai di Acre. Keterlambatan ini sebenarnya dikarenakan mereka sedang sibuk dengan masing-masing pertempurannya. Raja Philip Agustus dari Perancis dan Raja Henry II dari Inggris saling menyerbu tiada henti. Pada 6 Jui 1189 Henry II wafat dan Richard The Lion Heart mewarisi kerajaan Inggris.
Raja pertama yang menjawab seruan tersebut adalah William II dari Sisilia. Dia mengirimkan armada ke Timur tapi kemudian mati pada 1189. Henry II dari Inggris setuju untuk berpartisipasi, tapi juga mati di tahun yang sama. Kaisar Jerman, Frederick Barbarossa, yang telah ber-rekonsiliasi dengan Gereja (setelah sebelumnya sempat di ekskomunikasi), berpartisipasi dengan memimpin tentara yang besar yang mengalahkan Pasukan Seljuk pada 1190. Tapi bulan berikutnya, Kaisar yang sudah lanjut ini mati tenggelam saat dia iseng berenang di sungai Calycadnus yang terletak di dataran Seleucia dalam perjalanan ke Yerusalem.
Dua raja yang akhirnya memimpin Perang Salib ini adalah Richard I ("Si Hati Singa, Lion-Hearted), kakak Henry II dan penerusnya. Dan Raja Philip II Agustus dari Prancis.
Setelah wafatnya Henry II, perang pun berhenti dan Richard berkeinginan untuk berangkat ke timur sebagai tentara salib. Sebenarnya keinginan Richard bukan berdasarkan motivasi religius. Karena Richard adalah seorang prajurit, perang salib memberikan tantangan yang menggairahkan sebagai prajurit. Sedangkan Philip Agustus jauh lebih tidak bersemangat menanggapi perang salib, tapi ia sadar bahwa jika ia tidak mengikuti opini pubik dengan menunda keberangkatannya lebih lama, maka itu akan menjadi sebuah kesalahan politik yang cukup fatal. Philip Agustus dan Richard The Lion Heart sepakat untuk berdamai secara resmi dan berangkat bersama meninggalkan Eropa menuju Acre pada tahun itu.
Gerak maju kedua raja, Richard dan Philip, sangatlah lambat. Berangkat dari masing-masing negerinya, kedua raja ini sepakat untuk ketemu di Sisilia. Rencana mereka akan berlayar menuju Acre dan tidak menempuh jalur darat yang berbahaya.Philip sampai lebih dulu dan langsung mengatur pasukannya untuk mengepung Acre. Sedangkan Richard tertunda kedatangannya karena asih harus merebut Siprus dan menyerang sebuah kapal logistik kaum Muslim. Baru pada 6 Juni Richard sampai di Acre dan langsung ikut membantu pengepungan Acre.
Pengepungan Acre adalah sebuah pengepungan yang berkepanjangan dan membuat semua orang putus asa. Di dalam kota, pasukan Muslim berjaga-jaga dan kaum sipil menderita akibat pengepungan yang telah berlangsung 2 tahun. Di sekeliling benteng kota tentara salib berkemah mengepung. Sementara itu, di sekeliling kemah tentara salib, berkemahlah ribuan prajurit Muslim Saladin. Di dalam perkemahan tentara salib merebak wabah penyakit dan perseteruan politik antara Richard melawan Philip. Kondisi ini yang membuat mereka tak mampu menaklukkan Acre dengan cepat.
Tentara salib kali ini sangatlah berbeda dengan tentara salib sebelumnya yang sangat termotivasi dengan semangat kristus. Tentara salib pimpinan Richard dan Philip ini sangat sekuler dan terlihat sangat duniawi. Mereka sangat bersemangat ketika Richard menawarkan kepingan emas untuk setiap orang dalam pasukan yang dapat mengambil bongkahan batu dari benteng kaum Muslim. Ini berkebalikan dengan yang terjadi dalam pasukan Muslim, di mana setiap orang bertempur berlandaskan jihad membela agama. Saladin tetap mempertahankan kebiasaannya untuk membacakan hadist-hadist Rasulullah SAW di depan pasukannya sehingga motivasi jihad pasukannya tetap terjaga
Setelah pengepungan panjangnya, akhirnya kota Acre jatuh ke tangan tentara salib. Ketika melihat bendera Kristen dikibarkan dari benteng kota Acre pada tanggal 12 Juli, Saladin menangis bagaikan seorang anak-anak. Acre kemudian dikepung rapat oleh Saladin dari segala penjuru. Dan tentara salib ingin berunding dengan Saladin.
Dalam perundingan itu disepakati bahwa Acre akan diserahkan terhadap kaum Kristen bersama 15.000 orang Kristen yang menjadi tahanan Saladin. Begitu kesepakatan terjadi, Philip merasa telah selesai tugasnya dan kembali ke Perancis. Sedangkan Richard, yang kini menjadi pimpinan tentara salib satu-satunya, tetap tinggal di Acre dan mulai merencanakan operasi-operasi militer baru untuk melawan kaum Muslim. Karena merasa terbebani dengan besarnya jumlah tahanan, Richard menggiring keluar dari benteng 2700 orang Muslim termasuk anak-anak dan perempuan, untuk kemudian dibantai dengan darah dingin.
Di penghujung tahun perundingan menemui jalan buntu lagi, sedangkan pertempuran terus berlanjut. Richard berencana untuk merebut beberapa kota lagi di pantai sepanjang Askelon tapi Saladin selalu mampu merebut lagi satu kota ketika Richard baru saja berhasil menaklukkan kota lain. Ini adalah jalan buntu militer.
Sedangkan di pihak kaum Muslim, ada kepanikan yang melanda para amir. Banyak di antara mereka melarikan diri karena ketakutan ketika tentara salib maju hingga Beit Nuba. Seperti Saladin, Richard juga dalam kondisi putus asa. Setelah dua kali pasukannya dipukul mundur menjauh dari Yerusalem, para tentara salib ini marah dan nyaris timbul pemberontakan. Richard juga mendapatkan kabar buruk; Philip –temannya yang juga memimpin tentara salib bersamanya- kini tengah menyerbu tanah kekuasaannya di Perancis. Akhirnya Richard jatuh sakit. Saladin dengan ramah mengirim dokter pribadinya dan memberi hadiah buah-buahan dan es untuk dibuat minuman dingin.
Akhirnya pada 2 September Richard menyerah dan sebuah kesepakatan ditandangani yang mengatakan bahwa kedua belah pihak harus berkompromi dalam waktu 5 tahun ke depan. Saladin berjanji tidak akan mengusir semua orang Kristen dan memburunya ke Eropa. Sebagai gantinya akan ada suatu wilayah kecil sepanjang pantai, dari Jaffa hingga Beirut, yang dikuasai sebuah kerajaan Kristen dengan ibukota Acre. Raja kerajaan itu menyebut dirinya sebagai Raja Yerusalem. Sedangkan Ricahrd berjanji untuk tidak menyerang Yerusalem lagi tapi para peziarah Kristen masih diperbolehkan datang ke Yerusalem. Tentara salib pun akhirnya pulang kembali ke Eropa tanpa menaklukkan Yerusalem.
Setelah Richard The Lion Heart, Raja Inggris, beserta tentara salib yang dipimpinnya mampu diusir oleh Saladin dari Palestina, masih ada saja raja-raja, baron-baron Kristen Eropa yang mengadakan serbuan ke Palestina dan bermimpi untuk bisa menguasai Yerusalem sebagai ekspresi religius mereka. Tapi, sejarah mencatat tak satu pun dari mereka yang mampu menaklukkan Yerusalem hingga pada 1967.
sumber:http://kusmankecil.blogspot.com/2009/06/perang-salib-3.html
Palestina jatuh ke tangan orang-orang Yahudi dengan dukungan kuat negara-negara Kristen. Bahkan salah satu jenderal negara-negara Kristen ini menendang makam Shalahuddin Al-Ayubbi atau Saladin, seakan-akan cita-cita perang salib telah tercapai.
Buku harian Anne frank pada zaman nazi
Inilah sebuah diary paling sensasional yang pernah diterbitkan secara luas. Anne Frank adalah seorang gadis remaja berusia 13 tahun, yang karena invasi Jerman atas Belanda, dan karena pembersihan atas etnis Yahudi pada jaman Hitler, maka ia dan keluarganya dan beberapa orang lagi harus menyembunyikan diri di sebuah loteng. Disinilah ia menulis diary selama hampir 4 tahun. Edisi yang pertama kali diterbitkan adalah diary yang sudah disensor oleh Otto Frank, ayahnya (satu-satunya yang hidup setelah peristiwa Holocaust itu), mulai beredar tahun 1947 dengan judul The Diary Of A Young Girl. Namun, setelah Otto Frank meninggal, ia mewariskan hak penerbitan diary itu pada Jawatan Dokumentasi Perang Belanda, yang kemudian menggabungkan versi tsb dengan versi aslinya, dan dengan beberapa tambahan yang berguna agar pembaca memahami kondisi pada saat itu. Maka, pada tahun 1995 terbitlah sebuah edisi revisi terbaru: The Diary Of A Young Girl: The Definitive Edition. Edisi inilah yang terjemahannya dalam Bahasa Indonesia akan kuulas disini. Selamat membaca....
-----
Anne Frank adalah seorang gadis yang periang dan cerdas berusia 13 tahun. Ia terlahir dari pasangan Yahudi, Otto dan Edith Hollander Frank. Otto Frank adalah seorang Direktur di Dutch Opekta Company, perusahaan di Amsterdam yang memproduksi selai. Kakak perempuan Anne bernama Margot. Kehidupan mereka menyenangkan dan baik-baik saja, hingga saat Jerman menginvasi Belanda dalam Perang Dunia II, dan pemerintahan Hitler mengeluarkan dekrit 'anti Yahudi'. Mulailah masa-masa terkekang bagi kaum Yahudi, mereka harus memakai semacam pin berbentuk bintang warna kuning (yellow star), mereka dipaksa menyerahkan kendaraan, dilarang mengendarai mobil, dilarang menggunakan jalan raya, dilarang masuk tempat hiburan, dilarang terlihat di jalanan antara jam delapan malam hingga jam enam pagi, dll.
Pada ulangtahun Anne yang ke-13 pada 20 Juni 1942, ia mendapat hadiah sebuah diary. Pada hari itulah ia mulai mencurahkan seluruh perasaan, pandangan dan pengalaman hidupnya pada diary yang ia beri nama "Kitty". Anne merasa bahwa bila ia menumpahkan perasaan pada orang lain, orang itu tidak akan mengerti dia, malah mengomeli, menyalahkan dsb. Maka Kitty ia anggap teman terbaiknya yang paling mengerti dirinya, dan karena diary tidak dapat menghakiminya.
Pada saat itu sebenarnya pembersihan etnis Yahudi mulai digembar-gemborkan, dan Otto Frank mulai merencanakan untuk melarikan keluarganya. Namun, sebelum rencana itu terwujud, pada tgl. 8 Juli 1942, Margot menerima surat panggilan dari pemerintah Hitler. Surat Panggilan berarti kamp konsentrasi dan sel tahanan, maka Otto Frank harus mengubah rencananya. Otto Frank dan Van Daan (rekan bisnis Otto Frank) membuat rencana baru sementara Anne dan lainnya berkemas-kemas. Maka pada tgl. 9 Juli 1942 keluarga Frank meninggalkan apartemen mereka yang nyaman untuk terakhir kalinya, dan pindah ke sebuah loteng yang terletak di gedung tempat Otto Frank bekerja. Loteng tempat persembunyian mereka itu akan dikenal dengan "Secret Annex". Kepindahan mereka dibantu oleh pasangan Miep dan Jan Gies yang adalah teman dekat keluarga Frank. Miep bekerja sebagai sekretaris Otto Frank. Karyawan lain Oto Frank adalah Tuan Kleimann, Tuan Kugler dan Bep Voskuijl.
Secret Annex, ruang loteng di lantai tiga itu akan menjadi tempat persembunyian Anne dan keluarga (4 orang), serta keluarga Van Dann (3 orang), dan seorang dokter gigi bernama Tuan Dulles, total 8 orang. Pintu masuk yang memisahkan gudang dan Secret Annex diberi lemari buku untuk menyamarkan, dan selama bersembunyi mereka tidak boleh keluar sama sekali. Miep dan Bep yang bertugas untuk berbelanja kebutuhan semua penghuni Secret Annex. Selama jam kantor, mereka harus tetap berada di atas loteng, tidak boleh ribut, tidak boleh menyiram toilet karena kucuran air bisa terdengar dari bawah. Jadi mereka harus tinggal di tengah ketakutan, keterbatasan bahan makanan (kadang mereka harus makan buncis atau selada sepanjang hari), baju yang usang (dan kekecilan bagi Anne yang sedang dalam masa pertumbuhan), ruangan yang bau (karena tidak bisa setiap saat mengguyur toilet). Namun, di saat yang sama Anne, Margot dan Peter Van Daan (yang berusia 16 tahun) tetap mendapatkan pelajaran sekolah dari buku-buku yang di-suplai oleh Tuan Kleimann dan Tuan Kugler.
Sepanjang waktu di Secret Annex, semua penghuni sering mengalami perdebatan dan perselisihan antar penghuni maupun antar keluarga. Selain itu, mereka juga sering mendengar suara sirene meraung-raung yang merupakan peringatan bila ada pesawat udara lawan melintas. Juga tembakan-tembakan di malam hari. Seperti yang ditulisnya: "..Semua orang takut. Malam hari ratusan pesawat terbang melintasi Belanda menuju kota-kota di Jerman, menjatuhkan bom di tanah Jerman. Tiap jam ratusan bahkan ribuan orang terbunuh di Rusia dan Afrika. Tidak ada yang mencegah perang, seluruh dunia dilanda perang, meskipun sekutu telah berusaha, perang belum juga berakhir.." Beberapa kali ada juga percobaan pencurian di gedung tsb. Saat-saat itu, semua orang menahan napas dan begitu ketakutan bahwa persembunyian mereka ditemukan seseorang.
Di tengah-tengah suasana itulah, Anne remaja tumbuh menjadi seorang gadis. Ia membentuk pribadi dan mengatasi ketakutan, kecemasan, ketidakmengertian, dan kenyataan hidup bersama 5 orang dewasa lain yang sering menyalahkan dan menganggapnya bodoh, nakal, lancang, dsb. Padahal, Anne sebenarnya adalah sosok pribadi yang berani, terbuka dan kritis. Namun, karena pada saat itu sikap itu dianggap tabu, dan seorang anak tidak boleh menyatakan pendapatnya, maka hanya pada Kitty-lah Anne dapat menumpahkan seluruh pemikiran dan perasaannya, termasuk gejolak seksualitas pada awal masa pubernya. Anne tidak cocok dengan Ibunya, ia sering mengungkapkan rasa benci pada sang Ibu. Ia tidak suka pada Nyonya Van Dann, dan pada Tuan Dulles yang terpaksa harus berbagi kamar dengannya, dan karena ia dianggap seorang anak kecil, maka Tuan Dulles lebih banyak menguasai kamar mereka. Namun di saat-saat lain, Anne juga merasa menyesal telah menyakiti Ibunya. Khas seorang remaja yang tengah membangun karakternya.
Anne memiliki cara pandang yang mengagumkan sebagai remaja usia 13 tahun saat itu. Ia membenci perang, ketidak-adilan dan kekejaman. "..Aku merasa jahat tidur di tempat tidur yang hangat, sementara di luar banyak sahabat karibku kelelahan atau dipukuli habis-habisan. Aku dibuat takut sendiri sewaktu memikirkan teman-teman yang dijajah oleh monster-monster kejam yang tiada kenal belas kasih. Dan itu semua harus mereka alami, semata-mata karena mereka Yahudi." Di lain kesempatan, "Sepanjang siang dan malam, orang-orang miskin diseret keluar dari rumahnya. Saat anak-anak sekolah pulang, mereka melihat orang tuanya sudah hilang. Saat seorang perempuan pulang dari berbelanja ia menjumpai rumah mereka telah disita dan keluarganya-pun hilang. Semua orang takut." Itulah beberapa penggalan curahan hatinya pada Kitty.
Namun, di tengah ketakutan dan ketidak pastian serta kerinduan yang amat besar akan kebebasan itu, Anne memiliki harapan yang amat tinggi. Dan harapan serta optimisme itulah yang membantunya melewati masa-masa sulitnya. Pada pagi hari atau malam hari saat jendela boleh dibuka, Anne akan duduk di depan jendela lantai paling atas bersama dengan Peter Van Dann dan melihat ke langit. "...Pagi ini saat aku duduk di depan jendela dan sangat lama disana, menatap betapa dalamnya Tuhan dan alam, aku bahagia. Kekayaan, kehormatan, segala sesuatu dapat hilang. Tapi kebahagiaan di dalam hatimu hanya dapat berkurang, ia akan selalu di sana, selama kamu masih hidup untuk membuat dirimu kembali bahagia. Bila kamu merasa sedih, cobalah naik ke loteng pada hari yang indah dan menatap ke luar. Bukan pada rumah-rumah dan atapnya, namun pada langit. Selama kamu dapat menatap langit tanpa rasa takut; kamu akan tahu bahwa kamu suci di dalamnya dan akan menemukan kebahagiaan sekali lagi."
Anne menemukan persahabatan yang indah dengan Peter. Itu juga salah satu hal yang memberikan secercah kegembiraan di tengah suramnya suasana di Secret Annex. Pada malam hari Anne sering naik ke loteng paling atas bersama dengan Peter. Mereka akan duduk berduaan dan memandang langit. Itulah saat-saat paling tenang dan membahagiakan bagi Ann. Simaklah bagian tulisan Anne Frank yang amat terkenal, dan mengilhami banyak orang akan arti kebebasan, cinta dan harapan: "...Sulit dalam masa seperti ini: idealisme, mimpi dan harapan yang dihargai dapat tumbuh dalam diri kami, semuanya hancur oleh realitas yang suram. Suatu kejutan aku tidak meninggalkan semua idealisme-ku, sementara mereka tampak begitu absurd dan tidak praktis. Aku masih berpegang teguh pada mereka karena aku masih percaya, disamping hal lain, bahwa orang pada dasarnya berhati baik. Sangat tidak mungkin bagiku membangun hidupku di atas pondasi kekacauan, kesengsaraan, dan kematian. Aku melihat dunia lambat laun berubah menjadi hutan belantara, aku mendengar suara guruh mendekat, dan suatu hari juga akan membuat kami hancur, aku ikut merasakan penderitaan berjuta-juta orang. Namun saat aku menatap langit, aku merasakan bahwa semuanya akan berubah menjadi lebih baik, dan perang ini akan berakhir, aku juga berpikir, perdamaian dan ketenangan sekali lagi akan kembali. Pada suatu saat aku harus berpegang pada idealismeku. Barangkali waktunya akan tiba, saat aku mampu mewujudkannya."
Tulisan ini ditulis oleh Anne hanya tiga hari sebelum akhirnya Secret Annex ditemukan, dan ke-8 penghuninya ditangkap dan dibawa ke kamp konsentrasi. Anne akhirnya meninggal karena tifus, akibat buruknya gizi dan sanitasi di kamp konsentrasi. Ia meninggal sekitar akhir Pebruari atau awal Maret 1945. Walau ia tak lagi hidup dan tak dapat mewujudkan kebebasan dan kebahagiaan yang ia cita-citakan, namun pengharapannya yang besar akan terus hidup dan mengilhami banyak orang hingga saat ini.
Catatan Fanda:
Anne adalah anak yang cerdas dan berpikiran tajam. Pandangannya tentang kekejaman, perdamaian dan harapan adalah hal-hal yang perlu kita teladani. Kita semua diciptakan sebagai manusia yang sama oleh Tuhan. Bahwa kita lahir dalam etnis tertentu, dibesarkan dengan ajaran agama tertentu, tinggal di negara tertentu, janganlah itu lantas membuat kita saling membenci dan saling menghakimi. Biarlah negara-negara berperang, namun kita secara personal dapat menciptakan kedamaian mulai dari keluarga, teman, dan orang-orang di sekitar kita. Dan yang terpenting, teruslah berharap dan biarkan Tuhan yang menentukan yang terbaik untuk kita.
sumber:http://bukufanda.blogspot.com
Minggu, 06 Februari 2011
Gejolak Mesir
TRIBUNNEWS.COM - Aksi demonstrasi menuntut Presiden Mesir Hosni Mubarak mundur dari jabatannya terus berlanjut. Sampai hari Sabtu (29/1/2011), sedikitnya 48 orang dilaporkan tewas dalam bentrokan antara demonstran dan polisi yang terjadi di sejumlah tempat di kota-kota utama di Mesir.
Korban berjatuhan dari kedua belah pihak. Massa yang marah mengeroyok tiga polisi hingga tewas di kota Rafah, dekat Sinai. Di Kairo, polisi—yang dibenci masyarakat karena tindak represif terhadap rakyat selama ini—ditarik dari jalanan dan digantikan tentara Mesir.
Jumlah korban dikhawatirkan akan terus bertambah seiring makin beringasnya massa. Stasiun televisi Al-Jazeera melaporkan, polisi melepaskan tembakan ke arah massa yang berusaha menyerbu Gedung Kementerian Dalam Negeri di Kairo, Sabtu siang.
Penjarahan merajalela setelah sekitar 60 persen kantor polisi di Mesir dibakar massa. Bentrokan juga terjadi di kota pelabuhan utama Ismailiya, sebelah timur laut Kairo. Sementara massa di Alexandria menginap di masjid di tengah kota dan bersiap beraksi lagi.
Di Kairo, puluhan ribu warga menyerukan Presiden Mesir Hosni Mubarak segera mundur dan pergi dari Mesir. ”Kami datang ke sini untuk menyerukan, ’Kami tidak menginginkan kamu sama sekali, kami ingin kau keluar dari negara ini!’” seru pengacara Mohammed Osama (25), yang turut dalam aksi di Lapangan Tahrir, Kairo.
Massa mengacuhkan langkah pembubaran kabinet dan janji reformasi, yang diumumkan Mubarak melalui televisi nasional, Sabtu selepas tengah malam. Mubarak berjanji segera membentuk pemerintahan baru, tetapi menegaskan tak akan mundur dari kursi presiden yang sudah ia duduki 30 tahun.
Rakyat Mesir menunggu- nunggu apakah Mubarak akan menunjuk kembali Menteri Dalam Negeri Habib Al-Adly, pejabat yang membawahi kepolisian dan orang paling dibenci rakyat Mesir. Meski demikian, sebagian besar rakyat menganggap pernyataan dan janji Mubarak sudah terlambat dan menuntut presiden berusia 82 tahun itu segera lengser.
”Presiden Mubarak tidak memahami pesan yang disampaikan rakyat Mesir. Pidatonya sangat mengecewakan. Protes akan terus berlanjut sampai rezim Mubarak tumbang,” tandas pemimpin oposisi Mesir, Mohamed ElBaradei, kepada stasiun televisi France24.
ElBaradei mengaku siap memimpin pemerintahan transisi jika diminta dan akan ikut aksi demonstrasi untuk memaksa Mubarak turun.
Kelompok oposisi yang dilarang pemerintah, Persaudaraan Muslim (Moslem Brotherhood), Sabtu, menyerukan agar transisi kekuasaan berjalan secara damai dengan pembentukan kabinet peralihan. Sebanyak 50 tokoh pemimpin Persaudaraan Muslim termasuk dalam 350 orang yang ditangkap aparat pemerintah Mesir, Jumat.
Hari Sabtu, sebagian jaringan telepon seluler mulai aktif kembali, tetapi jaringan internet masih diputus pemerintah.
Reaksi dunia
Presiden AS Barack Obama mendesak pihak berwenang di Mesir tidak melanjutkan menggunakan kekerasan untuk menghadapi para demonstran. Pesan Obama itu disampaikan saat ia menelepon Mubarak secara pribadi selama 30 menit.
Obama mendesak Mubarak mengambil langkah konkret menuju reformasi politik di Mesir dan agar Mubarak mengubah ”momen kegentingan” menjadi ”momen pengharapan”. Washington juga mengancam akan meninjau ulang bantuan bernilai miliaran dollar AS yang selama ini diberikan kepada Mesir apabila aparat keamanan negara itu bertindak kelewat batas terhadap para demonstran.
Mesir adalah salah satu sekutu utama AS di Timur Tengah dan salah satu penerima bantuan AS terbesar di dunia. Tiap tahun, AS menyuplai bantuan 1,3 miliar dollar AS khusus di sektor pertahanan saja.
Senator John Kerry, Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS, di sela-sela pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, juga menyatakan, Presiden Mubarak harus mengambil langkah yang akan dianggap berarti bagi rakyat Mesir. ”Membubarkan pemerintahan saja tidak bermakna apa pun. Menurut saya, dia harus berbicara mengenai berbagai masalah yang benar-benar dirasakan rakyat,” tutur Kerry.
Pernyataan senada juga disampaikan Menteri Luar Negeri Inggris William Hague, Sabtu. Ia mendesak Mubarak menaruh perhatian serius terhadap tuntutan rakyat Mesir. Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris David Cameron, yang juga sedang menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos, mengatakan, Mesir membutuhkan reformasi.
”Dia harus memanfaatkan momen ini untuk membuat reformasi yang nyata, dan mendasarkan reformasi itu pada nilai-nilai universal yang menjadi hak setiap warga negara di dunia ini,” ujar Hague.
Meski demikian, tak semua pemimpin dunia mendukung pengunduran diri Mubarak. Raja Abdullah dari Arab Saudi mendukung Presiden Mubarak dan menyayangkan pihak-pihak yang telah mengganggu stabilitas dan keamanan Mesir. Sabtu pagi, Raja Abdullah menelepon Mubarak dari Maroko, tempat ia baru saja menjalani operasi tulang belakang.
Menurut kantor berita SPA, Raja Abdullah mengecam para pengacau yang telah mengganggu keamanan dan stabilitas Mesir dengan mengatasnamakan kebebasan berekspresi.
Israel, yang berbatasan langsung dengan Mesir dan menjalin hubungan baik dengan pemerintahan Mubarak selama ini, juga khawatir apabila terjadi perubahan rezim di Mesir, karena itu berarti Israel akan kehilangan satu ”teman” lagi di Timur Tengah dan harus memikirkan strategi baru serta bernegosiasi ulang dengan penguasa Mesir yang baru.
Editor: Anwar Sadat Guna | Sumber: Kompas.com
Korban berjatuhan dari kedua belah pihak. Massa yang marah mengeroyok tiga polisi hingga tewas di kota Rafah, dekat Sinai. Di Kairo, polisi—yang dibenci masyarakat karena tindak represif terhadap rakyat selama ini—ditarik dari jalanan dan digantikan tentara Mesir.
Jumlah korban dikhawatirkan akan terus bertambah seiring makin beringasnya massa. Stasiun televisi Al-Jazeera melaporkan, polisi melepaskan tembakan ke arah massa yang berusaha menyerbu Gedung Kementerian Dalam Negeri di Kairo, Sabtu siang.
Penjarahan merajalela setelah sekitar 60 persen kantor polisi di Mesir dibakar massa. Bentrokan juga terjadi di kota pelabuhan utama Ismailiya, sebelah timur laut Kairo. Sementara massa di Alexandria menginap di masjid di tengah kota dan bersiap beraksi lagi.
Di Kairo, puluhan ribu warga menyerukan Presiden Mesir Hosni Mubarak segera mundur dan pergi dari Mesir. ”Kami datang ke sini untuk menyerukan, ’Kami tidak menginginkan kamu sama sekali, kami ingin kau keluar dari negara ini!’” seru pengacara Mohammed Osama (25), yang turut dalam aksi di Lapangan Tahrir, Kairo.
Massa mengacuhkan langkah pembubaran kabinet dan janji reformasi, yang diumumkan Mubarak melalui televisi nasional, Sabtu selepas tengah malam. Mubarak berjanji segera membentuk pemerintahan baru, tetapi menegaskan tak akan mundur dari kursi presiden yang sudah ia duduki 30 tahun.
Rakyat Mesir menunggu- nunggu apakah Mubarak akan menunjuk kembali Menteri Dalam Negeri Habib Al-Adly, pejabat yang membawahi kepolisian dan orang paling dibenci rakyat Mesir. Meski demikian, sebagian besar rakyat menganggap pernyataan dan janji Mubarak sudah terlambat dan menuntut presiden berusia 82 tahun itu segera lengser.
”Presiden Mubarak tidak memahami pesan yang disampaikan rakyat Mesir. Pidatonya sangat mengecewakan. Protes akan terus berlanjut sampai rezim Mubarak tumbang,” tandas pemimpin oposisi Mesir, Mohamed ElBaradei, kepada stasiun televisi France24.
ElBaradei mengaku siap memimpin pemerintahan transisi jika diminta dan akan ikut aksi demonstrasi untuk memaksa Mubarak turun.
Kelompok oposisi yang dilarang pemerintah, Persaudaraan Muslim (Moslem Brotherhood), Sabtu, menyerukan agar transisi kekuasaan berjalan secara damai dengan pembentukan kabinet peralihan. Sebanyak 50 tokoh pemimpin Persaudaraan Muslim termasuk dalam 350 orang yang ditangkap aparat pemerintah Mesir, Jumat.
Hari Sabtu, sebagian jaringan telepon seluler mulai aktif kembali, tetapi jaringan internet masih diputus pemerintah.
Reaksi dunia
Presiden AS Barack Obama mendesak pihak berwenang di Mesir tidak melanjutkan menggunakan kekerasan untuk menghadapi para demonstran. Pesan Obama itu disampaikan saat ia menelepon Mubarak secara pribadi selama 30 menit.
Obama mendesak Mubarak mengambil langkah konkret menuju reformasi politik di Mesir dan agar Mubarak mengubah ”momen kegentingan” menjadi ”momen pengharapan”. Washington juga mengancam akan meninjau ulang bantuan bernilai miliaran dollar AS yang selama ini diberikan kepada Mesir apabila aparat keamanan negara itu bertindak kelewat batas terhadap para demonstran.
Mesir adalah salah satu sekutu utama AS di Timur Tengah dan salah satu penerima bantuan AS terbesar di dunia. Tiap tahun, AS menyuplai bantuan 1,3 miliar dollar AS khusus di sektor pertahanan saja.
Senator John Kerry, Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS, di sela-sela pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, juga menyatakan, Presiden Mubarak harus mengambil langkah yang akan dianggap berarti bagi rakyat Mesir. ”Membubarkan pemerintahan saja tidak bermakna apa pun. Menurut saya, dia harus berbicara mengenai berbagai masalah yang benar-benar dirasakan rakyat,” tutur Kerry.
Pernyataan senada juga disampaikan Menteri Luar Negeri Inggris William Hague, Sabtu. Ia mendesak Mubarak menaruh perhatian serius terhadap tuntutan rakyat Mesir. Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris David Cameron, yang juga sedang menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos, mengatakan, Mesir membutuhkan reformasi.
”Dia harus memanfaatkan momen ini untuk membuat reformasi yang nyata, dan mendasarkan reformasi itu pada nilai-nilai universal yang menjadi hak setiap warga negara di dunia ini,” ujar Hague.
Meski demikian, tak semua pemimpin dunia mendukung pengunduran diri Mubarak. Raja Abdullah dari Arab Saudi mendukung Presiden Mubarak dan menyayangkan pihak-pihak yang telah mengganggu stabilitas dan keamanan Mesir. Sabtu pagi, Raja Abdullah menelepon Mubarak dari Maroko, tempat ia baru saja menjalani operasi tulang belakang.
Menurut kantor berita SPA, Raja Abdullah mengecam para pengacau yang telah mengganggu keamanan dan stabilitas Mesir dengan mengatasnamakan kebebasan berekspresi.
Israel, yang berbatasan langsung dengan Mesir dan menjalin hubungan baik dengan pemerintahan Mubarak selama ini, juga khawatir apabila terjadi perubahan rezim di Mesir, karena itu berarti Israel akan kehilangan satu ”teman” lagi di Timur Tengah dan harus memikirkan strategi baru serta bernegosiasi ulang dengan penguasa Mesir yang baru.
Editor: Anwar Sadat Guna | Sumber: Kompas.com
Minggu, 30 Januari 2011
![]() |
| Add caption |

Muhammad II Al-Fatih: Sang Penakluk Konstantinopel
Abu Qubail menuturkan dari Abdullah bin Amr bin Ash, “Suatu ketika kami sedang menulis di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba beliau ditanya, “Mana yang terkalahkan lebih dahulu, Konstantinopel atau Romawi?” Beliau menjawab, “Kota Heraklius-lah yang akan terkalahkan lebih dulu.” Maksudnya adalah Konstantinopel.” [H.R. Ahmad, Ad-Darimi, Al-Hakim]
“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335]
Jika anda terkagum-kagum dengan penggambaran perang yang ketat antara Balian of Ibelin melawan Shalahudin Al-Ayyubi di film Kingdom of Heaven [resensi Priyadi], maka perang antara Constantine XI Paleologus dengan Muhammad Al-Fatih jauh lebih ketat, tidak hanya dalam hitungan hari tapi berminggu-minggu.
Kekaisaran Romawi terpecah dua, Katholik Roma di Vatikan dan Yunani Orthodoks di Byzantium atau Constantinople yang kini menjadi Istanbul. Perpecahan tersebut sebagai akibat konflik gereja meskipun dunia masih tetap mengakui keduanya sebagai pusat peradaban. Constantine The Great memilih kota di selat Bosphorus tersebut sebagai ibukota, dengan alasan strategis di batas Eropa dan Asia, baik di darat sebagai salah satu Jalur Sutera maupun di laut antara Laut Tengah dengan Laut Hitam dan dianggap sebagai titik terbaik sebagai pusat kebudayaan dunia, setidaknya pada kondisi geopolitik saat itu.
Yang mengincar kota ini untuk dikuasai termasuk bangsa Gothik, Avars, Persia, Bulgar, Rusia, Khazar, Arab-Muslim dan Pasukan Salib meskipun misi awalnya adalah menguasai Jerusalem. Arab-Muslim terdorong ingin menguasai Byzantium tidak hanya karena nilai strategisnya, tapi juga atas kepercayaan kepada ramalan Rasulullah SAW melalui riwayat Hadits di atas.
Upaya pertama dilakukan oleh Muawiyah bin Abu Sufyan pada tahun 668M, namun gagal dan salah satu sahabat Rasulullah SAW yaitu Abu Ayyub Al-Anshari ra. gugur. Sebelumnya Abu Ayyub sempat berwasiat jika ia wafat meminta dimakamkan di titik terjauh yang bisa dicapai oleh kaum muslim. Dan para sahabatnya berhasil menyelinap dan memakamkan beliau persis di sisi tembok benteng Konstantinopel di wilayah Golden Horn.
Generasi berikutnya, baik dari Bani Umayyah dan Bani Abbasiyyah hingga Turki Utsmani pada masa pemerintahan Murad II juga gagal menaklukkan Byzantium. Salah satu peperangan Murad II di wilayah Balkan adalah melawan Vlad Dracul, seorang tokoh Crusader yang bengis dan sadis (Dracula karya Bram Stoker adalah terinsipirasi dari tokoh ini). Selama 800 tahun kegagalan selalu terjadi, hingga anak Sultan Murad II yaitu Muhammad II naik tahta Turki Utsmani.
Sejak Sultan Murad I, Turki Utsmani dibangun dengan kemiliteran yang canggih, salah satunya adalah dengan dibentuknya pasukan khusus yang disebut Yanisari. Dengan pasukan militernya Turki Utsmani menguasasi sekeliling Byzantium hingga Constantine merasa terancam, walaupun benteng yang melindungi –bahkan dua lapis– seluruh kota sangat sulit ditembus, Constantine pun meminta bantuan ke Roma, namun konflik gereja yang terjadi tidak menelurkan banyak bala bantuan.
Hari Jumat, 6 April 1453M, Muhammad II atau disebut juga Mehmed bersama gurunya, syaikh Aaq Syamsudin, beserta tangan kanannya, Halil Pasha dan Zaghanos Pasha merencanakan penyerangan ke Byzantium dari berbagai penjuru benteng kota tersebut. Dengan berbekal 150.000 ribu pasukan dan meriam buatan Urban –teknologi baru pada saat itu– Muhammad II mengirim surat kepada Paleologus untuk masuk Islam atau menyerahkan penguasaan kota secara damai atau perang. Constantine Paleologus menjawab tetap mempertahankan kota dengan dibantu oleh Kardinal Isidor, Pangeran Orkhan dan Giovanni Giustiniani dari Genoa.
Kota dengan benteng 10m-an tersebut memang sulit ditembus, selain di sisi luar benteng pun dilindungi oleh parit 7m. Dari sebelah barat melalui pasukan altileri harus membobol benteng dua lapis, dari arah selatan laut Marmara pasukan laut harus berhadapan dengan pelaut Genoa pimpinan Giustiniani dan dari arah timur armada laut harus masuk ke selat sempit Golden Horn yang sudah dilindungi dengan rantai besar hingga kapal perang ukuran kecil pun tak bisa lewat.
Berhari-hari hingga berminggu-minggu benteng Byzantium tak bisa jebol, kalaupun runtuh membuat celah pasukan Constantine mampu mempertahankan celah tersebut dan dengan cepat menumpuk kembali hingga tertutup. Usaha lain pun dicoba dengan menggali terowongan di bawah benteng, cukup menimbulkan kepanikan kota, namun juga gagal. Hingga akhirnya sebuah ide yang terdengar bodoh dilakukan hanya dalam semalam. Salah satu pertahanan yang agak lemah adalah melalui selat Golden Horn yang sudah dirantai. Ide tersebut akhirnya dilakukan, yaitu memindahkan kapal-kapal melalui darat untuk menghindari rantai penghalang, hanya dalam semalam dan 70-an kapal bisa memasuki wilayah selat Golden Horn.
Inilah barangkali meriam terbesar yang pernah dibuat manusia. Sebelumnya dari sejarah para penakluk, belum pernah ada tentara manapun yang punya meriam raksasa sebesar ini.
29 Mei, setelah sehari istirahat perang Muhammad II kembali menyerang total, diiringi hujan dengan tiga lapis pasukan, irregular di lapis pertama, Anatolian Army di lapis kedua dan terakhir pasukan Yanisari. Giustiniani sudah menyarankan Constantine untuk mundur atau menyerah tapi Constantine tetap konsisten hingga gugur di peperangan. Kabarnya Constantine melepas baju perang kerajaannya dan bertempur bersama pasukan biasa hingga tak pernah ditemukan jasadnya. Giustiniani sendiri meninggalkan kota dengan pasukan Genoa-nya. Kardinal Isidor sendiri lolos dengan menyamar sebagai budak melalui Galata, dan Pangeran Orkhan gugur di peperangan.
Konstantinopel telah jatuh, penduduk kota berbondong-bondong berkumpul di Hagia Sophia, dan Sultan Muhammad II memberi perlindungan kepada semua penduduk, siapapun, baik Islam, Yahudi ataupun Kristen. Hagia Sophia pun akhirnya dijadikan masjid dan gereja-gereja lain tetap sebagaimana fungsinya bagi penganutnya.
Toleransi tetap ditegakkan, siapa pun boleh tinggal dan mencari nafkah di kota tersebut. Sultan kemudian membangun kembali kota, membangun sekolah –terutama sekolah untuk kepentingan administratif kota– secara gratis, siapa pun boleh belajar, tak ada perbedaan terhadap agama, membangun pasar, membangun perumahan, bahkan rumah diberikan gratis kepada para pendatang yang bersedia tinggal dan mencari nafkah di reruntuhan kota Byzantium tersebut. Hingga akhirnya kota tersebut diubah menjadi Istanbul, dan pencarian makam Abu Ayyub dilakukan hingga ditemukan dan dilestarikan.
29 Mei, setelah sehari istirahat perang Muhammad II kembali menyerang total, diiringi hujan dengan tiga lapis pasukan, irregular di lapis pertama, Anatolian Army di lapis kedua dan terakhir pasukan Yanisari. Giustiniani sudah menyarankan Constantine untuk mundur atau menyerah tapi Constantine tetap konsisten hingga gugur di peperangan. Kabarnya Constantine melepas baju perang kerajaannya dan bertempur bersama pasukan biasa hingga tak pernah ditemukan jasadnya. Giustiniani sendiri meninggalkan kota dengan pasukan Genoa-nya. Kardinal Isidor sendiri lolos dengan menyamar sebagai budak melalui Galata, dan Pangeran Orkhan gugur di peperangan.
Minggu, 16 Januari 2011
Qatar sukses taklukkan cina 2-0
HASIL PIALA ASIA 2011: QATAR SUKSES MENAKLUKKAN CINA DENGAN SKOR 2-0
Thu 13 Jan 2011 01:58:41 , TARUHANKU.COM
TARUHANKU. PIALA ASIA 2011 | Al Gharafa - Tuan rumah Piala Asia 2011, Qatar akhirnya sukses meraih poin di gelaran tahun ini. Qatar sukses menaklukkan Cina dengan skor 2-0, Rabu (12/1).
Hasil tersebut sekaligus obat untuk melupakan kekalahan pada laga perdana kontra Uzbekistan. Sehingga membuat Qatar masih berpeluang lolos ke babak 8-Besar Piala Asia.
Qatar harus berterima kasih kepada striker Yousef Ahmed Ali yang memborong seluruh gol kemenangan atas Negara Tirai Bambu.
Bahkan gol pertama yang dilesakkan Ahmed pada menit ke-26 begitu berkelas. Mengontrol bola dengan menggunakan paha, Ahmed langsung menendang tanpa terlebih dahulu bola menyentuh tanah. Hasil sepakan Ahmed meluncur deras ke pojok atas gawang Cina yang dikawal Cheng Zeng.
Sedangkan gol kedua Ahmed yang tercipta di akhir babak pertama juga tidak kalah berkualitas. Dalam posisi membelakangi gawang, Ahmed lantas melakukan satu gerakan berputar diikuti tembakan mendatar yang tak mampu dijangkau Zeng.
Usaha Cina mengejar pada babak kedua selalu kandas oleh barisan belakang dan penjaga gawang Qatar. Hasil 2-0 untuk tuan rumah bertahan hingga peluit akhir dibunyikan.
Hasil tersebut membuat Qatar kini menempati posisi runner-up Grup A di bawah Uzbekistan. Laga terakhir melawan Kuwait dipastikan akan menjadi laga penentu demi mengamankan tiket ke babak 8-Besar Piala Asia.
Susunan pemain:
Cina: 22-Zeng Cheng, 5-Du Wei, 4-Zhao Peng, 20-Rong Hao, 17-Zhang Linpeng, 21-Yu Hai (8-Hao Junmin’46), 11-Qu Bo, 19-Yang Hao, 15-Yu Tao (6-Zhou Haibin’60), 10-Deng Zhuoxiang, 18-Gao Lin (9-Yang Xu’42).
Qatar: 1-Qasem Burhan, 6-Bilal Mohammed, 18-Ibrahim Al Ghanim, 13-Ibrahim Majid, 2-Hamid Ismaeil (20-Ali Afif’90), 3-Mohammed Kasola (8-Mesaad Ali Al Hamad’62), 7-Wesam Rizik, 4-Anas Mubarak, 12-Yousef Ahmad (9-Jarallah Ali’63), 16-Mohammed Al Sayed, 23-Sebastián Soria.
HASIL PERTANDINGAN PIALA ASIA 2011 - HASIL AFC ASIAN CUP 2011
Asian Cup - Group A
January 7
Qatar 0 - 2 Uzbekistan
January 8
Kuwait 0 - 2 China
January 12
Uzbekistan 2 - 1 Kuwait
China 0 - 2 Qatar
Asian Cup - Group B
January 9
FT Japan 1 - 1 Jordan
FT Saudi Arabia 1 - 2 Syria
January 13
16:15 Jordan 1 - 0 Saudi Arabia
19:15 Syria 1 - 2 Japan
Asian Cup - Group C
January 10
FT India 0 - 4 Australia
FT Korea Republic 2 - 1 Bahrain
Asian Cup - Group D
January 11
FT Korea DPR 0 - 0 U.A.E.
FT Iraq 1 - 2 Iran
January 15
19:15 Iran ? - ? Korea DPR
22:15 U.A.E. ? - ? Iraq
January 19
22:15 Iraq ? - ? Korea DPR
22:15 U.A.E. ? - ? Iran
Jumat, 20 Agustus 2010
Turki Sejuk
DINASTI BANI SALJUQ: KEBANGKITAN ORANG TURK DAN AWAL PERANG SALIB
BANI SALJUQ: KEBANGKITAN ORANG TURK
DAN AWAL PERANG SALIB
Abdul Hadi W. M.
Walaupun semula disangsikan dapat mengemban tugas yang berat sebagai pemimpin baru Bani Saljug, namun dalam kenyataan Alp Arselan melebihi pamannya Toghrul Beg. Kepemimpinannya meninggalkan jejak yang lebih besar dalam sejarah Islam, karena selama kepemimpinannya wilayah kesultanan Saljug kian meluas dan Asia Kecil, yang selama ini dikuasai Byzantium, dapat ditundukkan dan dijadikan negeri kaum Muslimin. Dalam menumpas kerusuhan di Aljibal dia telah memperlihatkan diri sebagai pemimpin yang bijak dan matang perhitungannya, serta dapat bertindak tegas sehingga disegani lawan-lawannya.
Namun kepiawaian dan ketangkasannya dibuktikan dalam perang melawan Byzantium. Belum begitu lama menggantikan pamannya, Byzantium kembali berusaha menduduki wilayah Armenia dan Georgia. Alp Arselan segera mengirim pasukan besar untuk menghalau musuh yang telah menguasai Armenia. Dalam peperangan yang sengit dan jatuh banyak korban di kedua belah pihak itu, pada akhirnya Armenia dan Georgia dapat direbut kembali.
Gerakan pasukan Saljug malah tidak berhenti di situ dalam menghalau musuh yang sejak lama merongrong wilayah kaum Muslimin. Dia memerintahkan pasukannya menyerbu Asia Kecil (Anatolia, Turki sekarang) yang ketika itu berada di bawah kekuasaan kaisar Byzantium. Pada mulanya pasukannya menduduki Galatia dan merebut benteng Melazherid. Pasukannya maju terus. Pada tahun 1070 pecah perang yang sangat dahsyat antara pasukan Saljug dengan Byzantium, yaitu Perang Manzicert. Upaya Byzantium untuk merebut kembali wilayah yang diduduki tentara Saljug harus dibayar dengan jatuhnya korban besar di pihak Byzantium, dan sia-sia menundukkan musuhnya yang tangguh. Alp Arselan berhasil memaksa Kaisar Romanov maju ke meja perundingan dan menandatangani perjanjian damai.
Namun beberapa tahun kemudian perjanjian damai itu dilanggar oleh kaisar Byzantium yang baru. Alp Arselan mengirim utusan ke Konstantinopel (Istanbul sekarang), ibukota Byzantium. Namun utusan itu dihina oleh kaisar Byzantium. Pada tahun 1071 Alp Arselan mengerahkan pasukannya ke Armenia untuk mengusir pasukan Byzantium yang mulai memasuki wilayah itu. Perang dahsyat pecah dan merembet dari kota benteng satu ke kota benteng lain. Apabila pasukan Alp Arselan berhasil menduduki kota Cappadosa dam Galatia, dia pun memasuki wilayah Anatolia lebih ke dalam. Di situ dia berhasil memaksa tuan-tuan tanah Yunani menyerah. Kemudian dia menyerang Lysaonia dan merebut benteng Dubal dan Lystra serta Antiosia. Setelah kota-kota benteng ini ditaklukkan, pasukan Alp Arselan menerobos wilayah Pamfilia dan merebut pelabuhan Perga dan Attalia.
Pada tahun 1071 seluruh wilayah Asia Kecil ditaklukkan kecuali ibukota Konstantinopel. Setelah kemenangannya itu Alp Arselan mengangkat saudara sepupunya Sulaiman ibn Qatlimish menjadi penguasa wilayah Anatolia. Sebelumnya dia adalah panglima perang wilayah perbatasan Iraq Byzantium. Wilayah Anatolia kemudian diberi status otonomi dengan sebutan emirat Kunya atau Konya. Di wilayah inilah pasukan kaum Muslimin bertahan melawan terobosan tentara Mongol setelah Baghdad ditaklukkan pada tahun 1256 M. Tidak lama setelah penaklukan Anatolia itu Alp Arselan meninggal dunia dan digantikan putranya Malik Syah.
Malik Syah dan Perang Salib I
Sultan Malik Syah memegang tampuk pemerintahan selama dua puluh tahun didampingi oleh wazir agung Nizam al-Mulk, seorang negarawan yang handal dan cendekiawan yang mencintai kebudayaan dan ilmu pengetahuan. Pada masa pemerintahannya banyak peristiwa sejarah penting terjadi, dan dunia Islam kembali dapat menikmati masa cerah perkembangan ekonomi, agama dan ilmu pengetahuan. Di antara peristiwa penting ialah wafatnya khalifah al-Muqtadi, pembebasan wilayah Syam (Syria dan Palestina sekarang) dari cengkraman Daulah Fathimiyah yang menganut mazhab Syiah Imam Tujuh.
Pembebasan Syam terjadi pada tahun 1075. Dengan pembebasan itu mazhab Sunni dipulihkan lagi di wilayah Syam. Setelah itu Syam dijadikan wilayah taklukan Daulah Saljug dengan status otonomi luas. Namanya diganti menjadi amirat al-Buriyat. Yang diangkat sebagai amir ialah putra Alp Arselan, Tutush. Namun penaklukan Syams menimbulkan peristiwa penting lain dalam sejarah, yaitu tercetusnya Perang Salib I.
Tidak lama setelah pembebasan wilayah Syams, Sultan Malik Syah memimpin pasukan besar memadamkan kerusuhan di Kirman, Iran Selatan dan kemudian menuju Asia Tengah memadamkan pemberontakan besar yang terjadi di situ. Kerusuhan di Asia Tengah terjadi setelah pemecatan 7000 anggota tentara reguler yang tidak disiplin dan merampoki harta benda rakyat. Pasukan Malik Syah berhasil menundukkan para perusuh, menangkap para pemimpinnya dan segera memberikan hukuman berat. Namun pemberontak yang menyerah diampuni.
ada tahun 1090 Sultan Malik Syah merebut wilayah Transoksiana dari cengkeraman Bani Illikhiyah yang membangkang terhadap khalifah Baghdad. Selanjutnya pada tahun 1092 baginda merebut kembali Hejaz dan Yaman, yang sejak tahun 899 dikuasai oleh kelompok pembangkang Qaramithah, salah satu cabang penting dari Syiah Imam Tujuh yang sangat militan dan tangguh dalam peperangan.
Perang Salib bermula pada tahun 1096, setahun setelah Malik Syah wafat. Perang ini bermula dari tersebarnya berita bahwa orang-orang Kristen yang berziarah ke kota suci Yerusalem mendapat perlakuan buruk dari pembesar dan orang-orang Bani Saljug. Berita yang belum tentu benar itu kemudian dilebih-lebihkan. Dikabarkan misalnya bahwa orang-orang Kristen yang berkunjung ke kota suci banyak yang disiksa, dianiaya, diperkosa, dibunuh dan dirampas harta bendanya oleh orang-orang Islam. Ini membangkitan amarah orang-orang Kristen Eropah. Pada tahun 1096 negara-negara Eropah mengirim puluhan ribu tentara Salib I menuju Konstantinopel. Perang Salib I pecah dengan dahsyatnya sampai tahun 1099 dan berakhir dengan kemenangan kaum Muslimin. (Lanjutan Bagian II)
DAN AWAL PERANG SALIB
Abdul Hadi W. M.
Di pentas sejarah Asia orang-orang Turk yang terbagi ke dalam beberapa rumpun etnik dan kebangsaan sekarang ini telah sejak lama memainkan peranan penting. Kemunculan mereka di panggung sejarah sangat terkait terutama dengan berkembangnya agama Islam dan kebangunan peradabannya. Dinasti-dinasti Turk awal terkenal dan memerintah wilayah luas ialah Dinasti Ghaznawi dan Saljug. Yang pertama menguasai wilayah Dekkan di India Utara hingga batas Afghanistan sekarang pada abad ke-10 – 14 M, sedang yang kedua yang muncul pada abad ke11 – 13 M menguasai wilayah-wilayah sebelah barat membentang dari Iran sampai Turki sekarang ini. Dinasti Turk lain yang terkenal ialah Mameluk yang menguasai negeri-negeri Arab pada abad ke13 – 14 M, kemudian Dinasti Usmaniyah.
Kekhalifatan Usmaniyah menguasai wilayah yang luas membentang dari Iraq sampai Afrika Utara, dari jazirah Arab sampai Turki dan Eropa Timur. Dinasti ini merupakan dinasti Muslim di Asia yang berkusa begitu lama, dari akhir abad ke-14 hingga awal abad ke-20. Kerajaan-kerajaan Islam Nusantara yang bergantian muncul sepanjang bad ke-15 hingga 19 M, silih berganti menjalin hubungan diplomatik, kebudayaan dan perdagangan serta militer dengan penguasa Usmaniyah. Di antaranya kesultanan Banten dan Aceh Darussalam. Pangeran Diponegoro banyak mengambil inspirasi dalam perjuangannya menentang kolonialisme Belanda dari Sultan Abdul Hamid, sultan Turki terkenal akhir abad ke-18 M yang menggagaskan solidaritas Islam penentang penjahan Eropa.
Dinasti Mughal di India yang berkuasa dari awal abad-16 hingga awal abad ke-19 M sebenarnya juga keturunan orang Turk (Timur Leng) yang sudah bercampur dengan orang Mongol (Jenghis Khan). Dinasti Qajar yang memerintah Iran pada abad ke-19 M sebenarnya keturunan Turk Persia. Dalam karangan ini akan coba dipaparkan peranan Dinasti atau Bani Saljug dalam pentas sejarah Asia dan bagaimana kebangunan dinasti ini mempengaruhi perkembangan peradaban dan kebudayaan di Asia.
Bani Saljug berasal dari suku Turkoman, salah satu suku Turk yang terkemuka dan mendiangi wilayah Turkistan sekarang yang berbatasan dengan Mongolia dan Xinjiang Cina,. Mereka masih satu rumpun dengan orang-orang Mongol. Asal usul kemunculan keluarga Saljug k di panggung sejarah politik Islam bermula di Uighur. Pada tahun 840-6 M kemaharajaan Uighur runtuh disebabkan serbuan suku Kirghiz dan Karluk, dua suku penting bangsa Hun atau Tartar. Karena serbuan itu suku-suku Uighur pindah dari wilayah Orkhan ke bagian selatan lembah Tarim. Di situ mereka mendirikan kerajaan baru dengan Khasgar sebagai ibukotanya.
Saljug adalah seorang panglima perang kerajaan Uighur yang baru. Karena bertikai dengan rajanya, Khaqan Baighu, dia pindah beserta keluarganya dan ratusan keluarga Turkoman lain. Dia menyeberangi tanah genting Muztagh di pegunungan Thian Shan, lantas menuju wilayah sebelah barat yang bergunung-gunung. Atas izin Amir Abdul Mulk (954-961) dari Bani Samaniyah mereka tinggal di wilayah Jundi, dekat Bukhara. Saljug dan para pengikutnya orang Turkoman sangat setia dan aktif membantu Amir al-Muntashir, pengganti amir terdahulu, dalam peperangan melawan Khaqan Uighur. Pada tahun 960 M dia dan pengikutnya merayakan kemenangannya dengan memeluk agama Islam. Tetapi sayang Saljug tewas dalam peperangan berikutnya dalam usia 100 tahun. Putra sulungnya Mikail juga tewas. Hanya empat orang putranya yang masih hidup, yaitu Baighu, Toghrul Beg, Jughar dan Daud.
Sepeninggal panglima Saljug, maka Daud lah yang ditunjuk menggantikan kedudukan sang. Tetapi belum lama memangku jabatan itu Daud gugur di medan perang. Dia digantikan oleh saudaranya yang piawai di medan perang, Toghrul Beg. Ketika kekuasaan Dinasti Samaniyah (875-1008) di wilayah Khurasan (Iran Utara sekarang) dirongrong oleh pasukan Ghaznawi, dinasti Turk yang berkuasa di wilayah India (976-1183) ketika dan dipimpin raja mereka yang masyhur Sultan Mahmud (997-1030), pasukan Saljug membela Dinasti Sammaniyah. Ketika itu pula Daulah Abbasiyah memindahkan ibu kota kerajaan Khurasan dari kota benteng Merw ke Samarqand, di wilayah Mawarannahar antara Sungai Amu Darya dan Sir Darya. Tetapi pada tahun 1005 Amir Ilkhan Sulaiman (pendiri Daulah Ilkhiyah di Ferghana, merebut Samarqand –Tasykent pada zaman Uni Sovyet –. Dinasti atau Daulah Sammaniyah pun tumbang. Pasukan Saljug yang dipimpin Baighu putra Mikhail mundur ke Bukhara dan bertahan di situ. Ketika Baighu meninggal dunia, kedudukannya diganti oleh Toghrul Beg.
Karir Toghrul Beg yang sebenarnya bermula di sini. Tidak lama setelah menjabat panglima perang Bani Saljug dia berhasil membebaskan Mawarannahar dari tangan orang-orang Ilkhiyah dan kemudian merebut pula wilayah Khwarizmi yang beribukota di Khiva, antara laut Ural dan Kaspia. Demikianlah kemenangan pada pada tahun 1037 itu merupakan awal berdirinya Bani Saljug. Samarqand dipilih sebagai ibukota kerajaannya. Seperti Daulah Ghaznawiyah, Ilkhiyah dan Samaniyah, Daulah Saljug memilih mazhab Sunni.
Pada tahun 1041 Toghrul Beg merebut Khurasan. Ibukota kesultanan Saljug lantas dipindah ke Nisyapur, yang sejak lama merupakan ibukota Khurasan dan merupakan kota yang makmur dan strategis. Mendengar kemenangan pasukan Saljug di Khurasan, khalifah al-Qa`im Billah di Baghdad segera mengirim utusan ke Nisyapur dan mengelu-elukan kemenangan tersebut. Setelah itu Toghrul Beg mengirim surat ke Baghdad menyatakan kesetiaannya kepada khalifah Abbasiyah dan berjanji akan berjuang membela Islam dari orang yang hendak merusaknya.
Kejayaan gemilang Bani Saljug dicapai tidak lama setelah mereka menduduki Khurasan. Pada tahun 1050 Toghrul Beg menggempur pasukan Daulah Buwayh, yang telah lama menguasai beberapa wilayah kekhalifatan Abbasiyah, meliputi Isfahan, Irak Barat, Azerbaijan, Mosul dan Nissibin di perbatasan wilayah Anatolia (Turki sekarang) yang dikuasai kekaisaran Byzantium.
Pasukan Daulah Buwayh, yang telah menduduki kota Baghdad sejak tahun 945, pada tahun 1055 akhirnya lari pontang panting mendapat serangan pasukan Bani Saljug. Pada tahun itu pula kota Baghdad dibersihkan dari orang-orang Buwayuh. Khalifah al-Qa`im Billah menyambut gembira kemenangan pasulan Saljug dan segera memberi gelar al-mulk (raja) kepada Toghrul Beg. Sejak itu dia resmi memakai gelar Muluk Toghrul Beg.
Pada tahun 1057 Toghrul Beg memimpin pasukannya menyerbu Iraq Utara dan Nissibin. Setelah kemenangan di kedua wilayah itu Toghrul harus berhadapan dengan komplotan pemberontak pimpinan Arselan Basasiri, yang didukung oleh Daulah Bani Fathimiyah di Mesir. Beberapa waktu lamanya pembrontak menduduki Baghdad berkat bantuan tentara Fathimiyah, yang memang bermaksud menduduki ibukota kekhalifatan Abbasiyah. Dalam peperangan yang sengit pada akhirnya pemberontakan Basasiri bisa ditumpas. Khalifah al-Qa`im dibebaskan dari penjara dan kedaulatan Bani Abbasiyah segera dipulihkan.
Pada tahun 1057 Toghrul Beg memimpin pasukannya menyerbu Iraq Utara dan Nissibin. Setelah kemenangan di kedua wilayah itu Toghrul harus berhadapan dengan komplotan pemberontak pimpinan Arselan Basasiri, yang didukung oleh Daulah Bani Fathimiyah di Mesir. Beberapa waktu lamanya pembrontak menduduki Baghdad berkat bantuan tentara Fathimiyah, yang memang bermaksud menduduki ibukota kekhalifatan Abbasiyah. Dalam peperangan yang sengit pada akhirnya pemberontakan Basasiri bisa ditumpas. Khalifah al-Qa`im dibebaskan dari penjara dan kedaulatan Bani Abbasiyah segera dipulihkan.
Sejak peristiwa itu kekuasaan Bani Saljug kian luas, membentang dari perbatasan Thian Shan di sebelah timur sampai perbatasan Byzantium di sebelah barat; lalu ke selatan meliputi wilayah Iran Selatan, yang sebelumnya dikuasai Daulah Buwayh. Pada tahun 1059 dia menetap di Baghdad dan mengendalikan pemerintahan kesultanan Saljug dari situ. Wilayah kesultanan Saljug di Asia Tengah, dengan ibukota Nisyapur, diserahkan kepada keponakannya Alp Arselan.
Tugas berat yang dihadapi Toghrul Beg sebagai sultan Saljug pertama yang mengendalikan pemerintahan dari pusat kekhalifatan di Baghdad ialah memulihkan keamanan dan stabilitas di berbagai wilayah yang selama bertahun-tahun dilanda berbagai kekacauan, kerusuhan dan peperangan. Akibat keadaan yang benar-benar anarkis itu negeri-negeri Islam terpuruk dalam krisis ekonomi dan keuangan yang parah. Dengan sendirinya pula demoralisasi dan ancaman disintegrasi semakin nyata. Di antara akibat-akibat disebabkan kekacauan dan peperangan selama bertahun-tahun itu ialah:
1. Pertanian terbengkalai, padahal pertanian yang merupakan sektor penting kehidupan masyarakat. Karena seringnya terjadi kekacauan dan kerusuhan di berbagai wilayah maka para petani merasa tidak aman lagi mengolah tanah pertaniannya. Gangguan para preman, penyamun dan perampok sudah sering terjadi. Akibatnya harga barang kebutuhan pokok melambung tinggi dan tidak terjangkau oleh rakyat kebanyakan. Pengangguran merajalela. Ribuan pengemis, gelandangan, pelacur dan penjahat membanjiri ibukota Baghdad dan kota-kota propinsi lain. Di kota-kota kriminalitas meningkat cepat.
2. Pelabuhan-pelabuhan penting seperti Basra dan Kufa tidak lagi disinggahi kapal dagang, sehingga penghasilan dari cukai merosot. Ini disebabkan gangguan para perompak dan pemerasan oleh pejabat-pejabat di pelabuhan terhadap kapal-kapal yang melayari Teluk Persia. Kapal-kapal dagang India, Cina, Nusantara dan Asia Tenggara yang biasanya singgah membongkar muatan di pelabuhan-pelabuhan tersebut, telah mengalihkan pelayaran ke Teluk Aden, untuk selanjutnya membongkar muatan di pelabuhan Kairo, ibukota Daulah Fathimiyah.
Dua persoalan penting di atas berhasil diatasi berkat ketegasan dan tindakan cepat
Toghrul Beg selaku pemimpin baru Dunia Islam Sunni. Dia berhasil memulihkan keamanan di wilayah-wilayah yang masih rusuh dan kacau dengan mengirimkan pasukan gerak cepat yang tangkas. Toghrul Beg juga bertindak tegas terhadap pejabat-pejabat kerajaan yang melakukan pemerasan dan penipuan, bahkan tidak sedikit di antara mereka yang dihukum pancung. Dalam waktu yang tidak lama tanah-tanah pertanian mulai digarap lagi dengan rasa aman oleh para petani. Kegiatan perdagangan marak kembali dan Teluk Persia kembali dilayari kapal-kapal dagang dari Timur untuk membongkar muatan di pelabuhan Basra dan Kaufa.
Toghrul Beg selaku pemimpin baru Dunia Islam Sunni. Dia berhasil memulihkan keamanan di wilayah-wilayah yang masih rusuh dan kacau dengan mengirimkan pasukan gerak cepat yang tangkas. Toghrul Beg juga bertindak tegas terhadap pejabat-pejabat kerajaan yang melakukan pemerasan dan penipuan, bahkan tidak sedikit di antara mereka yang dihukum pancung. Dalam waktu yang tidak lama tanah-tanah pertanian mulai digarap lagi dengan rasa aman oleh para petani. Kegiatan perdagangan marak kembali dan Teluk Persia kembali dilayari kapal-kapal dagang dari Timur untuk membongkar muatan di pelabuhan Basra dan Kaufa.
Pada tahun 1063 Toghrul Beg melamar putri khalifah al-Qa`im Billah (1031-1174) karena dia tidak mempunyai anak dengan istri pertamanya. Lamaran diterima, walaupun sebelumnya tidak pernah putri-putri khalifah dikawinkan dengan lelaki non-Arab. Namun tidak lama sesudah menikmati bulan madunya yang indah Toghrul Beg meninggal dunia. Waktu itu dia sedang memimpin pasukannya untuk memadamkan kerusuhan yang dilakukan tentara regulernya di Aljibal, Iran Utara, yang bertindak sewenang-wenang terhadap rakyat setempat. Namun malang, dalam perjalanan dia keletihan dan jatuh sakit. Dia beristirahat di Rayy dan wafat di situ. Sebagai penggantinya ditunjuk Alp Arselan, keponakannya yang semula menjadi Amir Khurasan dengan kedudukan di Nisyapur.
Di bawah komando Alp Arselan yang berpengalaman di medan perang, kerusuhan di Aljibal dapat ditumpas dan tentara Saljug yang melanggar disiplin akhirnya ditindak tegas.
Alp Arselan dan ByzantiumWalaupun semula disangsikan dapat mengemban tugas yang berat sebagai pemimpin baru Bani Saljug, namun dalam kenyataan Alp Arselan melebihi pamannya Toghrul Beg. Kepemimpinannya meninggalkan jejak yang lebih besar dalam sejarah Islam, karena selama kepemimpinannya wilayah kesultanan Saljug kian meluas dan Asia Kecil, yang selama ini dikuasai Byzantium, dapat ditundukkan dan dijadikan negeri kaum Muslimin. Dalam menumpas kerusuhan di Aljibal dia telah memperlihatkan diri sebagai pemimpin yang bijak dan matang perhitungannya, serta dapat bertindak tegas sehingga disegani lawan-lawannya.
Namun kepiawaian dan ketangkasannya dibuktikan dalam perang melawan Byzantium. Belum begitu lama menggantikan pamannya, Byzantium kembali berusaha menduduki wilayah Armenia dan Georgia. Alp Arselan segera mengirim pasukan besar untuk menghalau musuh yang telah menguasai Armenia. Dalam peperangan yang sengit dan jatuh banyak korban di kedua belah pihak itu, pada akhirnya Armenia dan Georgia dapat direbut kembali.
Gerakan pasukan Saljug malah tidak berhenti di situ dalam menghalau musuh yang sejak lama merongrong wilayah kaum Muslimin. Dia memerintahkan pasukannya menyerbu Asia Kecil (Anatolia, Turki sekarang) yang ketika itu berada di bawah kekuasaan kaisar Byzantium. Pada mulanya pasukannya menduduki Galatia dan merebut benteng Melazherid. Pasukannya maju terus. Pada tahun 1070 pecah perang yang sangat dahsyat antara pasukan Saljug dengan Byzantium, yaitu Perang Manzicert. Upaya Byzantium untuk merebut kembali wilayah yang diduduki tentara Saljug harus dibayar dengan jatuhnya korban besar di pihak Byzantium, dan sia-sia menundukkan musuhnya yang tangguh. Alp Arselan berhasil memaksa Kaisar Romanov maju ke meja perundingan dan menandatangani perjanjian damai.
Namun beberapa tahun kemudian perjanjian damai itu dilanggar oleh kaisar Byzantium yang baru. Alp Arselan mengirim utusan ke Konstantinopel (Istanbul sekarang), ibukota Byzantium. Namun utusan itu dihina oleh kaisar Byzantium. Pada tahun 1071 Alp Arselan mengerahkan pasukannya ke Armenia untuk mengusir pasukan Byzantium yang mulai memasuki wilayah itu. Perang dahsyat pecah dan merembet dari kota benteng satu ke kota benteng lain. Apabila pasukan Alp Arselan berhasil menduduki kota Cappadosa dam Galatia, dia pun memasuki wilayah Anatolia lebih ke dalam. Di situ dia berhasil memaksa tuan-tuan tanah Yunani menyerah. Kemudian dia menyerang Lysaonia dan merebut benteng Dubal dan Lystra serta Antiosia. Setelah kota-kota benteng ini ditaklukkan, pasukan Alp Arselan menerobos wilayah Pamfilia dan merebut pelabuhan Perga dan Attalia.
Pada tahun 1071 seluruh wilayah Asia Kecil ditaklukkan kecuali ibukota Konstantinopel. Setelah kemenangannya itu Alp Arselan mengangkat saudara sepupunya Sulaiman ibn Qatlimish menjadi penguasa wilayah Anatolia. Sebelumnya dia adalah panglima perang wilayah perbatasan Iraq Byzantium. Wilayah Anatolia kemudian diberi status otonomi dengan sebutan emirat Kunya atau Konya. Di wilayah inilah pasukan kaum Muslimin bertahan melawan terobosan tentara Mongol setelah Baghdad ditaklukkan pada tahun 1256 M. Tidak lama setelah penaklukan Anatolia itu Alp Arselan meninggal dunia dan digantikan putranya Malik Syah.
Malik Syah dan Perang Salib I
Sultan Malik Syah memegang tampuk pemerintahan selama dua puluh tahun didampingi oleh wazir agung Nizam al-Mulk, seorang negarawan yang handal dan cendekiawan yang mencintai kebudayaan dan ilmu pengetahuan. Pada masa pemerintahannya banyak peristiwa sejarah penting terjadi, dan dunia Islam kembali dapat menikmati masa cerah perkembangan ekonomi, agama dan ilmu pengetahuan. Di antara peristiwa penting ialah wafatnya khalifah al-Muqtadi, pembebasan wilayah Syam (Syria dan Palestina sekarang) dari cengkraman Daulah Fathimiyah yang menganut mazhab Syiah Imam Tujuh.
Pembebasan Syam terjadi pada tahun 1075. Dengan pembebasan itu mazhab Sunni dipulihkan lagi di wilayah Syam. Setelah itu Syam dijadikan wilayah taklukan Daulah Saljug dengan status otonomi luas. Namanya diganti menjadi amirat al-Buriyat. Yang diangkat sebagai amir ialah putra Alp Arselan, Tutush. Namun penaklukan Syams menimbulkan peristiwa penting lain dalam sejarah, yaitu tercetusnya Perang Salib I.
Tidak lama setelah pembebasan wilayah Syams, Sultan Malik Syah memimpin pasukan besar memadamkan kerusuhan di Kirman, Iran Selatan dan kemudian menuju Asia Tengah memadamkan pemberontakan besar yang terjadi di situ. Kerusuhan di Asia Tengah terjadi setelah pemecatan 7000 anggota tentara reguler yang tidak disiplin dan merampoki harta benda rakyat. Pasukan Malik Syah berhasil menundukkan para perusuh, menangkap para pemimpinnya dan segera memberikan hukuman berat. Namun pemberontak yang menyerah diampuni.
ada tahun 1090 Sultan Malik Syah merebut wilayah Transoksiana dari cengkeraman Bani Illikhiyah yang membangkang terhadap khalifah Baghdad. Selanjutnya pada tahun 1092 baginda merebut kembali Hejaz dan Yaman, yang sejak tahun 899 dikuasai oleh kelompok pembangkang Qaramithah, salah satu cabang penting dari Syiah Imam Tujuh yang sangat militan dan tangguh dalam peperangan.
Perang Salib bermula pada tahun 1096, setahun setelah Malik Syah wafat. Perang ini bermula dari tersebarnya berita bahwa orang-orang Kristen yang berziarah ke kota suci Yerusalem mendapat perlakuan buruk dari pembesar dan orang-orang Bani Saljug. Berita yang belum tentu benar itu kemudian dilebih-lebihkan. Dikabarkan misalnya bahwa orang-orang Kristen yang berkunjung ke kota suci banyak yang disiksa, dianiaya, diperkosa, dibunuh dan dirampas harta bendanya oleh orang-orang Islam. Ini membangkitan amarah orang-orang Kristen Eropah. Pada tahun 1096 negara-negara Eropah mengirim puluhan ribu tentara Salib I menuju Konstantinopel. Perang Salib I pecah dengan dahsyatnya sampai tahun 1099 dan berakhir dengan kemenangan kaum Muslimin. (Lanjutan Bagian II)
About ahmadsamantho
Salam, Inilah Website Bayt al-Hikmah Samantho. Inilah rumah untuk menampung hikmah yang kudapat selama perjalanan intelektual dan ruhaniku. Mudah-mudahan bisa sharing dengan teman-teman di mana pun berada, dari kelompok sosial dan agama apapun. Karena Hikmah adalah harta berharga yang harus kita kumpulkan dan sebarkan untuk menyempurnakan kemanusiaan kita. Terlahir di kota Hujan Bogor, tepatnya di depan Istana Bogor (RSAD Salak) 14 Januari 1965 dari rahim ibunda Lieke Sri Suryaningsih binti Hussein Martoseputro dan ayahanda Sukarya Danimiharja. Ibuku berdarah Jawa campuran Persia. Ayahku suku Sunda dari Kuningan Jawa Barat. Dia Doktor Ahli Peneliti Utama bidang Bioteknologi Perkebunan di Deptan RI. Aku sangat bangga dengan semangat belajar ayahku dan tradisi ilmiah yang ditanamkannya kepada anak-anaknya. Pendidikan dasar dan menengahku ditempuh di kota kelahiranku Bogor. Selepas dari SMA Negeri 1 Bogor, tahun 1983, aku mulai kuliah di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran. Tapi karena mengalami gejala "Pubertas Aqidah" dan keaktifanku berorganisasi, bekerja sebagai wartawan dan mengaji/mendalami kajian keislaman, membuatku meninggalkan bangku kuliah Fakultas Hukum Unpad di semester 7. Karier kerjaku dimulai sebagai wartawan Majalah Dakwah Islamiyah RISALAH, terbitan PP Persis (ormas Persatuan Islam) di Bandung. Setelah 3 tahun bekerja sebagai Reporter dan Editor/ Redaksi di RISALAH, kemudian pindah menjadi Koresponden majalah KIBLAT Jakarta dan Tabloid Ishlah MUI Bandung. Bosan menjadi wartawan Media Islam yang kembang-kempis, akhirnya membuatku beralih profesi menjadi guru dan pendidik di sekolah swasta Islam. Mulai mengajar Bahasa Indonesia dan sejarah di Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah Babussalam, Ciburial Bandung, sampai aku menikah tahun 1988 dengan sesama santri di Pesantren al-Qur'an Babussalam, Siti Sumirah, yang dikenalkan oleh Pak Kyai Muhtar Adam kepadaku. Ustadzku KH Dr.Jalaluddin Rakhmat, membekaliku dengan nasihat perkawinan pada aqad nikahku di Mesjid As Salam yang sederhana. Karierku sebagai guru dan pendidik selama 20 tahun, berlanjut di SMP-SMA Insan Kamil Bogor, lalu di SLTP Internat Al-Kausar Sukabumi, milik keluarga Sri Rahayu Fatimah Habibie dan di SMU Plus Muthahhari Jakarta, (yang dikelola Ustadz Jalaluddin Rakmat dan Dr.Haidar Bagir), lalu di SMU Plus Lazuardi (milik Dr. Haidar Bagir.) Sambil mengajar, kuselesaikan kuliah S-1 di FISIP-UT jurusan Administrasi (Manajemen) Pembangunan. Setelah selesai kuliah S-2 Filsafat Islam di ICAS, kini aku bekerja di Islamic College for Advanced Studies (ICAS), mengelola Program BA/Sarjana S-1 Islamic Studies dan Students Affair. Sisa waktu luangku kugunakan untuk mengelola Website The Jalal center for The Enlightenment. Aku sangat menikmati perkerjaanku di dunia akademik, intelektual dan dakwah-sosial di ICAS dan Ikatan Jamaah Ahlul Bayt Indonesia (IJABI). Aku bahagia ditengah segala keterbatasanku yang akhirnya membuatku harus kreatif mengelola semua karunia Ilahi yang telah kuterima.Selasa, 03 Agustus 2010
Kemunduran dan Kehancuran Kerajaan Turki UsmaniSecara garis besar kemunduran Usmani mulai terasa sejak pemerintahan Sultan Salim II yang menggantikan Sultan Sulaiman Al Qanuni pada 1566-1574 M.Di lihat dari faktor-faktor yang menyebabkan keruntuhan Kerajaan Turki Usmani yang secara perlahan selama tiga abad dapat dilihat melalui beberapa faktor.Diantaranya melemahnya semangat Yenisari sehingga menyebabkan berbagai wilayah lepas dari kekuasaan Turki Usmani, hal ini sudah mulai menunjukkan tanda-tandanya yaitu saat kekuasaan Salim II, dimana ia menderita kekalahan dari serangan pasukan gabungan armada Spanyol, bandulia, dan armada sri paus di tahun 1663 M. Pasukan Usmani juga mengalami kekalahan dalam pertempuran di Hungaria di tahun 1676 M.
Pada 1669 M, Turki Usmani mengalami kekalahan di Mohakez sehingga terpaksa menandatangani perjanjian Karlowitz yang isinya kerajaan Usmani harus menyerahkan seluruh wilayah hungaria dan pada 1770 M pasukan Rusia mengalahkan pasukan Usmani di asia kecil.Luasnya wilayah dan buruknya sistem pemerintahan pasca sulaiman Al qanuni juga membuat hilangnya keadilan, dan merajalelanya korupsi dikalangan istana.
Heterogenitas penduduk menyebabkan kurangnya semangat persatuan. Terlebih Usmani merupakan kerajaan ayng coraknya militer. Padahal militerisme diakui sangat sulit untuk membentuk suatu persatuan.Sangat disayangkan pula bila kehidupan istana jauh dari nilai-nilai keislaman, justru sikap bermegah-megahan dan istimewa serta memboroskan uang terjadi pula di kerajaan turki Usmani. Hal ini setidaknya terjadi akibat pengaruh kehidupan barat yang masuk ke istana. Terlebih pemborosan harta ini terjadi saat perekonomian mulai mengalami kemerosotan yang sangta tajam, apalagi untuk pembiayaan angkatan perang yang diharapkan mampu meraih ghanimah malah mengalami kekalahan yang berturut-turut.Kemuduran di kalangan istana ini, diambil kesempatan oleh wilayah-wilayah turki dalam upaya memerdekakan diri. Terlebih setelah munculnya semangat nasionalisme. Bangsa-bangsa yang tunduk pada usmani, mulai menyadari akan kelemahan kerajaan tersebut.
Maka walaupun kerajaan usmani memperlakukan mereka sebaik mungkin, namun dalam benak mereka tetap saja bila Usmani adalah penjajah yang datang menyerbu dan menguasai wilayah mereka. Dimulailah usaha untuk melepaskan diri dari pemerintahan Usmani, di Mesir misalnya, Yenisari justru bekerjasama dengan dinasti mamalik dan akhirnya berhasil merebut kembali wilayah mesir pada 1772 M hingga kedatangan Napoleon pada !789 M.
Kemajuan teknologi barat juga tidak bisa dilepaskan sebagai salah satu faktor penentu kehancuran wilayah turki usmani, dimana sistem kemiliteran bangsa barat selangkah lebih maju dibandingkan dengan kerajaan turki usmani. Oleh karena itu saat terjadi kontak senjata maupun peperangan yang terjadi belakangan, tentara turki selalu mengalami kekalahan. Terlebih Turki Usmani sangat tidak mendorong berkembangnya ilmu pengetahuan, maka otomatis peralatan perangnya pun semakin ketinggalan jaman. Saat Turki Usmani mulai berbenah, sudah terlambat karena wilayahnya sedikit demi sedikit mulai menyusut karena melepaskan diri dan sulit untuk menyatukannya kembali.Akhirnya pada 1924, Kemal Attaturk memaksa Sultan Hamid II untuk menyerahkan kekuasaan Turki Usmani setelah kemal melakukan gerakan pembaharuan melalui Turki Muda nya, dan penyerahan kekuasaan ini menjadikan Turki Usmani telah berakhir riwayatnya dan kemudian digantikan oelh Republik Turki yang sekuler.
Kehancuran Kerajaan Turki Usmani ini, membuat bangsa-bangsa eropa semakin mudah menguasai dan menjajah wilayah-wilayah ynag dulu diduduki oleh Usmani yang mayoritas muslim. Maka sejak itulah umat islam berada dalam situasi dijajah oleh bangsa non muslim. Sungguh ironis karena ini lebih baik oleh bangsa turki karena bagaimanapun juga Turki Usmani adalah muslim.
sekitar 9 bulan yang lalu · Laporkan
Abu Zahra Ibnu Machtum KEBIJAKAN MUSTAFA KEMAL KETIKA MEMERINTAH
Semboyan Kemal Attaturk selama memerintah Turki adalah westernsasi, sekulerisasi dan nasoinalisme. Dalam lapangan agama dan kebudayaan, Mustafa kemal membuat sejumlah kebijakan yang sama sekali baru. Pada 28 Juni 1928 misalnya ia memperkenalkan bangku gereja serta jam kamar ke dalam masjid, orang shalat dengan memakai sepatunya, menggunakan bahasa turki dalam shalat. Dan untuk membuat agar masjid tersebut indah serta memperoleh inspirasi spiritual maka masjid perlumelatih para musikus dan alat-alat music.
Jelas sekali bahwa Mustafa Kemal membawa unsure-unsur Kristen dalam aspek keagamaan islam yang suci dengan alas an bahwa sebuah Negara modern yang barat harus memasukan semuaaspek tersebut ke dalam masjid.
Di samping itu Mustafa Kemal membuat kebijakan-kebijakan yang intinya dalah berupaya meningkatkan masyarakat turki kepada satu tingkat peradaban kontemporer danuntuk memelihara karakter secular republic turki. Diantara kebijakan itu adalah:
1. Undang-undang tentang unifikasi dan sekularisasi pendidikan tanggal 3 maret 1924;
2. Undang-undang tentang kopiyah, tanggal 25 november 1925;
3. Undnag-undang tentang pemberhentian petugas jamaah dan makam, penghapusan lembaga pemakaman, tanggal 30 november 1925;
4. Peraturan sipil tentang perkawinan, tanggal 17 februari1926;
5. Undang-undang pemakaian huruf latin untuk abjad turki dan penghapusan tulisan arab, tanggal 1 november 1928;
6. Undang-undang tentang larangan menggunakan pakaian tradisional, tanggal 13 desember 1934.
Mustafa Kemal dalam kebijakannya memang dikenal sangat radikal. Mulai tahun 1920 ketika idenya untuk memisahkan antara agama dengan Negara (sekularisasi) diterima oleh MNA, yangmengakibatkan kedaulatan sultan menjadi terabatas sebab semuanya kini ada di tangan rakyat.
Pada tahun 1922 Mustafa Kemal menyatakan bahwa jabatak kekhalifahan masih ada namun sebatas sebagai jabatan spiritual, sedangkan kewenangan dimuawinya ditiadakan. Sebelum pada akhirnya jabatan khalifah dihapuskan, sekitar tahun 1923 Mustafa kemal merubah bentuk Negara dari khilafah menjadi republic dan islam menjadi agama Negara. Maka pada tahun 1924, tepatnya tanggal 3 maret 1924, Mustafa Kemal melalui MNA menyatakan bahwa jabatan Khilafah dihapuskan.
Penghapusan ini disusul selanjutnya dengan mendeklarasikan Turki sebagai Negara sekuler dan menghapus islam sebagai agama Negara tahun 1937. Sebelum menjadi Negara sekuler Mustafa Kemal telah meniadakan institusi-intsitusi keagamaan dalam pemerintahan yaitu:
1. Penghapusan Biro Syaikul Islam (1924)
2. Penghapusan kementrian syariat;
3. Penghapusan mahkamah syariat.
Pengaruh sekularisai yang dijalankan oleh Mustafa Kemal diakui sebagai kemenangan gerakan Turki Muda dalam menggulingkan kekuasaan khilafah dengan basis westernisasi yang dijiplaknya habis-habisan maka tidaklah mengherankan bila kebijakan Mustafa Kemala banyak yang bertentangan dengan kebijakan islam seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.
sekitar 9 bulan yang lalu · Laporkan
Markaden Kisruh Tambahan juga untuk keruntuhan Daulah Utsmaniyah (Ottoman):
Faktor-faktor lain yang membuat keruntuhan kerajaan ini di antaranya adalah:
LALAI
Kemegahan dan kekuatan Ottoman mendorong mereka untuk kagum pada diri sendiri dan lalai terhadap serangan lawan (terutama Eropa).
PAHAM SUFI
Kerajaan Ottoman menggalakkan ajaran sufi dan menyebarluaskannya ke seluruh penjuru dunia Islam. Ajaran ini tumbuh subur pada masa Abbasiyah, sehingga Ottoman Islam lebih cenderung "terkena getahnya".
Sufisme membuat warganegara Ottoman masa bodoh terhadap urusan dunia, pasrah, dan lebih banyak mengurus masalah tarekat/mistik Islam.
REZIM DIKTATOR
Pemerintah Ottoman yang bergaya diktator membuat masyarakat enggan melakukan kontrol, meninggalkan amar ma'ruf nahi munkar, dan mengalihkan ibadah hanya sebatas ritual dan kepentingan pribadi (isu sekularisme).
PERAN MUSUH ISLAM
Ghazwul Fikr, yaitu perang pemikiran, yang tujuannya adalah mencabut Islam dari hati kaum Muslimin. Salah satu tokohnya adalah Zweimmer, misionaris Protestan.
Pemberlakuan UU Perancis untuk warga Perancis yang berada di wilayah kerajaan Ottoman (!). Aturan ini diikuti oleh negara-negara lain, sehingga memudahkan penyebaran kerusakan akhlak, moral, dan hukum Islam.
Rusia, Perancis, dan Inggris meniupkan isu minoritas agama (Katholik, Orthodox, Protestan), sehingga menyulut pemberontakan silih berganti. Belum lagi hasutan kepada negara-negara Balkan dan "bangsa" Arab (isu nasionalisme gaya Eropa) - terutama Arab Suriah dan Lebanon.
Tak ketinggalan, kelompok Yahudi ad-Dunama (pura-pura masuk Islam) yang membangkitkan nasionalisme Suku Torama sekaligus menyerukan "Turkinisasi" Ottoman Islam.
Pengucilan Sultan Hamid karena penolakannya yang gigih terhadap pembentukan negara Yahudi di Palestina. Pihak musuh Islam kemudian "mengangkat" Mustafa Kemal Attaturk untuk mengkudeta pemerintahan Ottoman Islam dan menggantikannya dengan republik sekuler hingga detik ini.
NB: Ketika pasukan Lord Alenby yang didukung Syarief Husein (proklamator Revolusi Arab Raya) memasuki Yerusalem tahun 1917, ucapannya yang terkenal adalah, "Sekarang Perang Salib telah berakhir."
sekitar 9 bulan yang lalu · Laporkan
Markaden Kisruh Untuk tulisan tentang Mustafa Kemal "Bapak Turki Modern"...
Hal yang sama juga berlaku di negara-negara mayoritas muslim yang saat itu dijajah penguasa kolonial (kaum Salibis). Didikan kepada tokoh2 muda difokuskan pada isu "modernisasi, nasionalisme, dan sekulerisme".
Pasca perang dunia II, hampir semua negara jajahan ini (boleh) merdeka dengan syarat bukan menjadikan hukum Islam sebagai UUD-nya. Mau kapitalis, komunis, sosialis, atau (bahkan) monarki boleh, asalkan bukan negara Islam. Kalau toh ada gerakan/komunitas Islam, sudah sejak awal bakal diberangus habis-habisan (lihat Ikhwanul Muslimin Mesir dan Suriah, partai tokoh muslim Erbakan di Turki, gerakan Front Penyelamat Islam di Aljazair, MILF di Filipina, Bosnia Herzegovina, HAMAS, dan banyak lagi).
Yang paling baru adalah ketika pecahnya Uni Soviet, semua negara boleh berdiri di atas landasan apa pun, terkecuali landasan Islam (fakta konflik Chechnya). Juga di Afghanistan ketika Taliban memberlakukan Syariah Islam secara ketat, serentak negara kecil ini dikeroyok dan diganyang habis-habisan. Gerakan dan Sejarah Islam di Indonesia pasca kemerdekaan...? Mungkin kelak Pak Abu Zahra akan menurunkan tulisannya :-))
Khusus masalah Ottoman/Turki mendapat sorotan kuat karena memang sentimen anti-Barat dan anti-Eropa sangat kental di sana. Inilah sebabnya Eropa sangat benci pada Ottoman. Segala upaya dilakukan agar kekhalifahan ini jatuh, tumpas hingga ke akar-akarnya. Tragisnya, upaya ini berhasil secara gemilang (!).
Wassalam.
Pada 1669 M, Turki Usmani mengalami kekalahan di Mohakez sehingga terpaksa menandatangani perjanjian Karlowitz yang isinya kerajaan Usmani harus menyerahkan seluruh wilayah hungaria dan pada 1770 M pasukan Rusia mengalahkan pasukan Usmani di asia kecil.Luasnya wilayah dan buruknya sistem pemerintahan pasca sulaiman Al qanuni juga membuat hilangnya keadilan, dan merajalelanya korupsi dikalangan istana.
Heterogenitas penduduk menyebabkan kurangnya semangat persatuan. Terlebih Usmani merupakan kerajaan ayng coraknya militer. Padahal militerisme diakui sangat sulit untuk membentuk suatu persatuan.Sangat disayangkan pula bila kehidupan istana jauh dari nilai-nilai keislaman, justru sikap bermegah-megahan dan istimewa serta memboroskan uang terjadi pula di kerajaan turki Usmani. Hal ini setidaknya terjadi akibat pengaruh kehidupan barat yang masuk ke istana. Terlebih pemborosan harta ini terjadi saat perekonomian mulai mengalami kemerosotan yang sangta tajam, apalagi untuk pembiayaan angkatan perang yang diharapkan mampu meraih ghanimah malah mengalami kekalahan yang berturut-turut.Kemuduran di kalangan istana ini, diambil kesempatan oleh wilayah-wilayah turki dalam upaya memerdekakan diri. Terlebih setelah munculnya semangat nasionalisme. Bangsa-bangsa yang tunduk pada usmani, mulai menyadari akan kelemahan kerajaan tersebut.
Maka walaupun kerajaan usmani memperlakukan mereka sebaik mungkin, namun dalam benak mereka tetap saja bila Usmani adalah penjajah yang datang menyerbu dan menguasai wilayah mereka. Dimulailah usaha untuk melepaskan diri dari pemerintahan Usmani, di Mesir misalnya, Yenisari justru bekerjasama dengan dinasti mamalik dan akhirnya berhasil merebut kembali wilayah mesir pada 1772 M hingga kedatangan Napoleon pada !789 M.
Kemajuan teknologi barat juga tidak bisa dilepaskan sebagai salah satu faktor penentu kehancuran wilayah turki usmani, dimana sistem kemiliteran bangsa barat selangkah lebih maju dibandingkan dengan kerajaan turki usmani. Oleh karena itu saat terjadi kontak senjata maupun peperangan yang terjadi belakangan, tentara turki selalu mengalami kekalahan. Terlebih Turki Usmani sangat tidak mendorong berkembangnya ilmu pengetahuan, maka otomatis peralatan perangnya pun semakin ketinggalan jaman. Saat Turki Usmani mulai berbenah, sudah terlambat karena wilayahnya sedikit demi sedikit mulai menyusut karena melepaskan diri dan sulit untuk menyatukannya kembali.Akhirnya pada 1924, Kemal Attaturk memaksa Sultan Hamid II untuk menyerahkan kekuasaan Turki Usmani setelah kemal melakukan gerakan pembaharuan melalui Turki Muda nya, dan penyerahan kekuasaan ini menjadikan Turki Usmani telah berakhir riwayatnya dan kemudian digantikan oelh Republik Turki yang sekuler.
Kehancuran Kerajaan Turki Usmani ini, membuat bangsa-bangsa eropa semakin mudah menguasai dan menjajah wilayah-wilayah ynag dulu diduduki oleh Usmani yang mayoritas muslim. Maka sejak itulah umat islam berada dalam situasi dijajah oleh bangsa non muslim. Sungguh ironis karena ini lebih baik oleh bangsa turki karena bagaimanapun juga Turki Usmani adalah muslim.
sekitar 9 bulan yang lalu · Laporkan
Abu Zahra Ibnu Machtum KEBIJAKAN MUSTAFA KEMAL KETIKA MEMERINTAH
Semboyan Kemal Attaturk selama memerintah Turki adalah westernsasi, sekulerisasi dan nasoinalisme. Dalam lapangan agama dan kebudayaan, Mustafa kemal membuat sejumlah kebijakan yang sama sekali baru. Pada 28 Juni 1928 misalnya ia memperkenalkan bangku gereja serta jam kamar ke dalam masjid, orang shalat dengan memakai sepatunya, menggunakan bahasa turki dalam shalat. Dan untuk membuat agar masjid tersebut indah serta memperoleh inspirasi spiritual maka masjid perlumelatih para musikus dan alat-alat music.
Jelas sekali bahwa Mustafa Kemal membawa unsure-unsur Kristen dalam aspek keagamaan islam yang suci dengan alas an bahwa sebuah Negara modern yang barat harus memasukan semuaaspek tersebut ke dalam masjid.
Di samping itu Mustafa Kemal membuat kebijakan-kebijakan yang intinya dalah berupaya meningkatkan masyarakat turki kepada satu tingkat peradaban kontemporer danuntuk memelihara karakter secular republic turki. Diantara kebijakan itu adalah:
1. Undang-undang tentang unifikasi dan sekularisasi pendidikan tanggal 3 maret 1924;
2. Undang-undang tentang kopiyah, tanggal 25 november 1925;
3. Undnag-undang tentang pemberhentian petugas jamaah dan makam, penghapusan lembaga pemakaman, tanggal 30 november 1925;
4. Peraturan sipil tentang perkawinan, tanggal 17 februari1926;
5. Undang-undang pemakaian huruf latin untuk abjad turki dan penghapusan tulisan arab, tanggal 1 november 1928;
6. Undang-undang tentang larangan menggunakan pakaian tradisional, tanggal 13 desember 1934.
Mustafa Kemal dalam kebijakannya memang dikenal sangat radikal. Mulai tahun 1920 ketika idenya untuk memisahkan antara agama dengan Negara (sekularisasi) diterima oleh MNA, yangmengakibatkan kedaulatan sultan menjadi terabatas sebab semuanya kini ada di tangan rakyat.
Pada tahun 1922 Mustafa Kemal menyatakan bahwa jabatak kekhalifahan masih ada namun sebatas sebagai jabatan spiritual, sedangkan kewenangan dimuawinya ditiadakan. Sebelum pada akhirnya jabatan khalifah dihapuskan, sekitar tahun 1923 Mustafa kemal merubah bentuk Negara dari khilafah menjadi republic dan islam menjadi agama Negara. Maka pada tahun 1924, tepatnya tanggal 3 maret 1924, Mustafa Kemal melalui MNA menyatakan bahwa jabatan Khilafah dihapuskan.
Penghapusan ini disusul selanjutnya dengan mendeklarasikan Turki sebagai Negara sekuler dan menghapus islam sebagai agama Negara tahun 1937. Sebelum menjadi Negara sekuler Mustafa Kemal telah meniadakan institusi-intsitusi keagamaan dalam pemerintahan yaitu:
1. Penghapusan Biro Syaikul Islam (1924)
2. Penghapusan kementrian syariat;
3. Penghapusan mahkamah syariat.
Pengaruh sekularisai yang dijalankan oleh Mustafa Kemal diakui sebagai kemenangan gerakan Turki Muda dalam menggulingkan kekuasaan khilafah dengan basis westernisasi yang dijiplaknya habis-habisan maka tidaklah mengherankan bila kebijakan Mustafa Kemala banyak yang bertentangan dengan kebijakan islam seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.
sekitar 9 bulan yang lalu · Laporkan
Markaden Kisruh Tambahan juga untuk keruntuhan Daulah Utsmaniyah (Ottoman):
Faktor-faktor lain yang membuat keruntuhan kerajaan ini di antaranya adalah:
LALAI
Kemegahan dan kekuatan Ottoman mendorong mereka untuk kagum pada diri sendiri dan lalai terhadap serangan lawan (terutama Eropa).
PAHAM SUFI
Kerajaan Ottoman menggalakkan ajaran sufi dan menyebarluaskannya ke seluruh penjuru dunia Islam. Ajaran ini tumbuh subur pada masa Abbasiyah, sehingga Ottoman Islam lebih cenderung "terkena getahnya".
Sufisme membuat warganegara Ottoman masa bodoh terhadap urusan dunia, pasrah, dan lebih banyak mengurus masalah tarekat/mistik Islam.
REZIM DIKTATOR
Pemerintah Ottoman yang bergaya diktator membuat masyarakat enggan melakukan kontrol, meninggalkan amar ma'ruf nahi munkar, dan mengalihkan ibadah hanya sebatas ritual dan kepentingan pribadi (isu sekularisme).
PERAN MUSUH ISLAM
Ghazwul Fikr, yaitu perang pemikiran, yang tujuannya adalah mencabut Islam dari hati kaum Muslimin. Salah satu tokohnya adalah Zweimmer, misionaris Protestan.
Pemberlakuan UU Perancis untuk warga Perancis yang berada di wilayah kerajaan Ottoman (!). Aturan ini diikuti oleh negara-negara lain, sehingga memudahkan penyebaran kerusakan akhlak, moral, dan hukum Islam.
Rusia, Perancis, dan Inggris meniupkan isu minoritas agama (Katholik, Orthodox, Protestan), sehingga menyulut pemberontakan silih berganti. Belum lagi hasutan kepada negara-negara Balkan dan "bangsa" Arab (isu nasionalisme gaya Eropa) - terutama Arab Suriah dan Lebanon.
Tak ketinggalan, kelompok Yahudi ad-Dunama (pura-pura masuk Islam) yang membangkitkan nasionalisme Suku Torama sekaligus menyerukan "Turkinisasi" Ottoman Islam.
Pengucilan Sultan Hamid karena penolakannya yang gigih terhadap pembentukan negara Yahudi di Palestina. Pihak musuh Islam kemudian "mengangkat" Mustafa Kemal Attaturk untuk mengkudeta pemerintahan Ottoman Islam dan menggantikannya dengan republik sekuler hingga detik ini.
NB: Ketika pasukan Lord Alenby yang didukung Syarief Husein (proklamator Revolusi Arab Raya) memasuki Yerusalem tahun 1917, ucapannya yang terkenal adalah, "Sekarang Perang Salib telah berakhir."
sekitar 9 bulan yang lalu · Laporkan
Markaden Kisruh Untuk tulisan tentang Mustafa Kemal "Bapak Turki Modern"...
Hal yang sama juga berlaku di negara-negara mayoritas muslim yang saat itu dijajah penguasa kolonial (kaum Salibis). Didikan kepada tokoh2 muda difokuskan pada isu "modernisasi, nasionalisme, dan sekulerisme".
Pasca perang dunia II, hampir semua negara jajahan ini (boleh) merdeka dengan syarat bukan menjadikan hukum Islam sebagai UUD-nya. Mau kapitalis, komunis, sosialis, atau (bahkan) monarki boleh, asalkan bukan negara Islam. Kalau toh ada gerakan/komunitas Islam, sudah sejak awal bakal diberangus habis-habisan (lihat Ikhwanul Muslimin Mesir dan Suriah, partai tokoh muslim Erbakan di Turki, gerakan Front Penyelamat Islam di Aljazair, MILF di Filipina, Bosnia Herzegovina, HAMAS, dan banyak lagi).
Yang paling baru adalah ketika pecahnya Uni Soviet, semua negara boleh berdiri di atas landasan apa pun, terkecuali landasan Islam (fakta konflik Chechnya). Juga di Afghanistan ketika Taliban memberlakukan Syariah Islam secara ketat, serentak negara kecil ini dikeroyok dan diganyang habis-habisan. Gerakan dan Sejarah Islam di Indonesia pasca kemerdekaan...? Mungkin kelak Pak Abu Zahra akan menurunkan tulisannya :-))
Khusus masalah Ottoman/Turki mendapat sorotan kuat karena memang sentimen anti-Barat dan anti-Eropa sangat kental di sana. Inilah sebabnya Eropa sangat benci pada Ottoman. Segala upaya dilakukan agar kekhalifahan ini jatuh, tumpas hingga ke akar-akarnya. Tragisnya, upaya ini berhasil secara gemilang (!).
Wassalam.
Perang arab israel
Perang Arab-Israel 1948, atau disebut juga sebagai "Perang Kemerdekaan" (Bahasa Ibrani: מלחמת העצמאות) atau "Perang Pembebasan" (Bahasa Ibrani: מלחמת השחרור) oleh orang Israel, adalah konflik bersenjata pertama dari serangkaian konflik yang terjadi antara Israel dan tetangga-tetangga Arabnya dalam konflik Arab-Israel. Bagi orang-orang Palestina, perang ini menandai awal dari rangkaian kejadian yang disebut sebagai "Bencana" (Bahasa Inggris: "The Catastrophe", Bahasa Arab: النكبة).
Pada tahun 1947, Perserikatan Bangsa-Bangsa memutuskan untuk membagi wilayah Mandat Britania atas Palestina. Tetapi hal ini ditentang keras oleh negara-negara Timur Tengah lainnya dan juga banyak negeri-negeri Muslim. Kaum Yahudi mendapat 55% dari seluruh wilayah tanah meskipun hanya merupakan 30% dari seluruh penduduk di daerah ini. Sedangkan kota Yerusalem yang dianggap suci, tidak hanya oleh orang Yahudi tetapi juga orang Muslim dan Kristen, akan dijadikan kota internasional.
Israel diproklamasikan pada tanggal 14 Mei 1948 dan sehari kemudian langsung diserbu oleh tentara dari Lebanon, Suriah, Yordania, Mesir, Irak dan negara Arab lainnya. Tetapi Israel bisa memenangkan peperangan ini dan malah merebut kurang lebih 70% dari luas total wilayah daerah mandat PBB Britania Raya, Palestina. Perang ini menyebabkan banyak kaum Palestina mengungsi dari daerah Israel. Tetapi di sisi lain tidak kurang pula kaum Yahudi yang diusir dari negara-negara Arab lainnya.
Pada tahun 1947, Perserikatan Bangsa-Bangsa memutuskan untuk membagi wilayah Mandat Britania atas Palestina. Tetapi hal ini ditentang keras oleh negara-negara Timur Tengah lainnya dan juga banyak negeri-negeri Muslim. Kaum Yahudi mendapat 55% dari seluruh wilayah tanah meskipun hanya merupakan 30% dari seluruh penduduk di daerah ini. Sedangkan kota Yerusalem yang dianggap suci, tidak hanya oleh orang Yahudi tetapi juga orang Muslim dan Kristen, akan dijadikan kota internasional.
Israel diproklamasikan pada tanggal 14 Mei 1948 dan sehari kemudian langsung diserbu oleh tentara dari Lebanon, Suriah, Yordania, Mesir, Irak dan negara Arab lainnya. Tetapi Israel bisa memenangkan peperangan ini dan malah merebut kurang lebih 70% dari luas total wilayah daerah mandat PBB Britania Raya, Palestina. Perang ini menyebabkan banyak kaum Palestina mengungsi dari daerah Israel. Tetapi di sisi lain tidak kurang pula kaum Yahudi yang diusir dari negara-negara Arab lainnya.
Turki Utsmani
Berdirinya
Turki Utsmani berdiri tahun 1299.sultan pertamanya osman.awal mula berdirinya terjadi pertempuran antara turki seljuk melawan bizantiumjenderal tughrul bek membalikkah kekalahan turki menjadi kemenangan.sultan seljuk berterima kasih dan menghadiahkan sebidang tanah.jenderal tughrul bek akhirnya digantikan osman.ketika sultan seljuk meninggal dunia dan tak ada yang menggantikannya kemudian osman memproklamasikan turki usmani.
Kejayaan
Dibawah pemerintahan sultan Murad 2 Turki Utsmani mengepung konstantinopel tapi menunai kegagalan.kemudian muhammad al fatih dan atas izin Allah berhasil menduduki kota..Kerajaan Usmani meraih puncak kejayaan dibawah kepemimpinan Sultan Sulaiman Al-Qanuni (1520-1566 M)kemudian sultan selim.setelah itu turki mengalami kemunduran hingga runtuh pada tahun 1924 oleh mustafa kemal attaturk
Kemunduran
Kemunduran dan Kehancuran Kerajaan Turki UsmaniSecara garis besar kemunduran Usmani mulai terasa sejak pemerintahan Sultan Salim II yang menggantikan Sultan Sulaiman Al Qanuni pada 1566-1574 M.Di lihat dari faktor-faktor yang menyebabkan keruntuhan Kerajaan Turki Usmani yang secara perlahan selama tiga abad dapat dilihat melalui beberapa faktor.Diantaranya melemahnya semangat Yenisari sehingga menyebabkan berbagai wilayah lepas dari kekuasaan Turki Usmani, hal ini sudah mulai menunjukkan tanda-tandanya yaitu saat kekuasaan Salim II, dimana ia menderita kekalahan dari serangan pasukan gabungan armada Spanyol, bandulia, dan armada sri paus di tahun 1663 M. Pasukan Usmani juga mengalami kekalahan dalam pertempuran di Hungaria di tahun 1676 M. Pada 1669 M, Turki Usmani mengalami kekalahan di Mohakez sehingga terpaksa menandatangani perjanjian Karlowitz yang isinya kerajaan Usmani harus menyerahkan seluruh wilayah hungaria dan pada 1770 M pasukan Rusia mengalahkan pasukan Usmani di asia kecil.Luasnya wilayah dan buruknya sistem pemerintahan pasca sulaiman Al qanuni juga membuat hilangnya keadilan, dan merajalelanya korupsi dikalangan istana. Heterogenitas penduduk menyebabkan kurangnya semangat persatuan. Terlebih Usmani merupakan kerajaan ayng coraknya militer. Padahal militerisme diakui sangat sulit untuk membentuk suatu persatuan.Sangat disayangkan pula bila kehidupan istana jauh dari nilai-nilai keislaman, justru sikap bermegah-megahan dan istimewa serta memboroskan uang terjadi pula di kerajaan turki Usmani. Hal ini setidaknya terjadi akibat pengaruh kehidupan barat yang masuk ke istana. Terlebih pemborosan harta ini terjadi saat perekonomian mulai mengalami kemerosotan yang sangta tajam, apalagi untuk pembiayaan angkatan perang yang diharapkan mampu meraih ghanimah malah mengalami kekalahan yang berturut-turut.Kemuduran di kalangan istana ini, diambil kesempatan oleh wilayah-wilayah turki dalam upaya memerdekakan diri. Terlebih setelah munculnya semangat nasionalisme. Bangsa-bangsa yang tunduk pada usmani, mulai menyadari akan kelemahan kerajaan tersebut. Maka walaupun kerajaan usmani memperlakukan mereka sebaik mungkin, namun dalam benak mereka tetap saja bila Usmani adalah penjajah yang datang menyerbu dan menguasai wilayah mereka. Dimulailah usaha untuk melepaskan diri dari pemerintahan Usmani, di Mesir misalnya, Yenisari justru bekerjasama dengan dinasti mamalik dan akhirnya berhasil merebut kembali wilayah mesir pada 1772 M hingga kedatangan Napoleon pada !789 M. Lalu ada gerakan wahabisme di tanah arab yang dipelopori oleh Muhammad bin Abdul wahab yang bekerjasama dengan keluarga Saud, dan akhirnya berhasil memukul mundur kekuasaan turki dengan bantuan tetara Inggris dari jazirah Arab. Keluarga saud sendiri memproklamirkan sebagai penguasa arab maka wilayah jazirah arab selanjutnya dinamakan Saudi Arabia.Kemajuan teknologi barat juga tidak bisa dilepaskan sebagai salah satu faktor penentu kehancuran wilayah turki usmani, dimana sistem kemiliteran bangsa barat selangkah lebih maju dibandingkan dengan kerajaan turki usmani. Oleh karena itu saat terjadi kontak senjata maupun peperangan yang terjadi belakangan, tentara turki selalu mengalami kekalahan. Terlebih Turki Usmani sangat tidak mendorong berkembangnya ilmu pengetahuan, maka otomatis peralatan perangnya pun semakin ketinggalan jaman. Saat Turki Usmani mulai berbenah, sudah terlambat karena wilayahnya sedikit demi sedikit mulai menyusut karena melepaskan diri dan sulit untuk menyatukannya kembali.Akhirnya pada 1924, Kemal Attaturk memaksa Sultan Hamid II untuk menyerahkan kekuasaan Turki Usmani setelah kemal melakukan gerakan pembaharuan melalui Turki Muda nya, dan penyerahan kekuasaan ini menjadikan Turki Usmani telah berakhir riwayatnya dan kemudian digantikan oelh Republik Turki yang sekuler.Kehancuran Kerajaan Turki Usmani ini, membuat bangsa-bangsa eropa semakin mudah menguasai dan menjajah wilayah-wilayah ynag dulu diduduki oleh Usmani yang mayoritas muslim. Maka sejak itulah umat islam berada dalam situasi dijajah oleh bangsa non muslim. Sungguh ironis karena ini lebih baik oleh bangsa turki karena bagaimanapun juga Turki Usmani adalah muslim.
Turki Utsmani berdiri tahun 1299.sultan pertamanya osman.awal mula berdirinya terjadi pertempuran antara turki seljuk melawan bizantiumjenderal tughrul bek membalikkah kekalahan turki menjadi kemenangan.sultan seljuk berterima kasih dan menghadiahkan sebidang tanah.jenderal tughrul bek akhirnya digantikan osman.ketika sultan seljuk meninggal dunia dan tak ada yang menggantikannya kemudian osman memproklamasikan turki usmani.
Kejayaan
Dibawah pemerintahan sultan Murad 2 Turki Utsmani mengepung konstantinopel tapi menunai kegagalan.kemudian muhammad al fatih dan atas izin Allah berhasil menduduki kota..Kerajaan Usmani meraih puncak kejayaan dibawah kepemimpinan Sultan Sulaiman Al-Qanuni (1520-1566 M)kemudian sultan selim.setelah itu turki mengalami kemunduran hingga runtuh pada tahun 1924 oleh mustafa kemal attaturk
Kemunduran
Kemunduran dan Kehancuran Kerajaan Turki UsmaniSecara garis besar kemunduran Usmani mulai terasa sejak pemerintahan Sultan Salim II yang menggantikan Sultan Sulaiman Al Qanuni pada 1566-1574 M.Di lihat dari faktor-faktor yang menyebabkan keruntuhan Kerajaan Turki Usmani yang secara perlahan selama tiga abad dapat dilihat melalui beberapa faktor.Diantaranya melemahnya semangat Yenisari sehingga menyebabkan berbagai wilayah lepas dari kekuasaan Turki Usmani, hal ini sudah mulai menunjukkan tanda-tandanya yaitu saat kekuasaan Salim II, dimana ia menderita kekalahan dari serangan pasukan gabungan armada Spanyol, bandulia, dan armada sri paus di tahun 1663 M. Pasukan Usmani juga mengalami kekalahan dalam pertempuran di Hungaria di tahun 1676 M. Pada 1669 M, Turki Usmani mengalami kekalahan di Mohakez sehingga terpaksa menandatangani perjanjian Karlowitz yang isinya kerajaan Usmani harus menyerahkan seluruh wilayah hungaria dan pada 1770 M pasukan Rusia mengalahkan pasukan Usmani di asia kecil.Luasnya wilayah dan buruknya sistem pemerintahan pasca sulaiman Al qanuni juga membuat hilangnya keadilan, dan merajalelanya korupsi dikalangan istana. Heterogenitas penduduk menyebabkan kurangnya semangat persatuan. Terlebih Usmani merupakan kerajaan ayng coraknya militer. Padahal militerisme diakui sangat sulit untuk membentuk suatu persatuan.Sangat disayangkan pula bila kehidupan istana jauh dari nilai-nilai keislaman, justru sikap bermegah-megahan dan istimewa serta memboroskan uang terjadi pula di kerajaan turki Usmani. Hal ini setidaknya terjadi akibat pengaruh kehidupan barat yang masuk ke istana. Terlebih pemborosan harta ini terjadi saat perekonomian mulai mengalami kemerosotan yang sangta tajam, apalagi untuk pembiayaan angkatan perang yang diharapkan mampu meraih ghanimah malah mengalami kekalahan yang berturut-turut.Kemuduran di kalangan istana ini, diambil kesempatan oleh wilayah-wilayah turki dalam upaya memerdekakan diri. Terlebih setelah munculnya semangat nasionalisme. Bangsa-bangsa yang tunduk pada usmani, mulai menyadari akan kelemahan kerajaan tersebut. Maka walaupun kerajaan usmani memperlakukan mereka sebaik mungkin, namun dalam benak mereka tetap saja bila Usmani adalah penjajah yang datang menyerbu dan menguasai wilayah mereka. Dimulailah usaha untuk melepaskan diri dari pemerintahan Usmani, di Mesir misalnya, Yenisari justru bekerjasama dengan dinasti mamalik dan akhirnya berhasil merebut kembali wilayah mesir pada 1772 M hingga kedatangan Napoleon pada !789 M. Lalu ada gerakan wahabisme di tanah arab yang dipelopori oleh Muhammad bin Abdul wahab yang bekerjasama dengan keluarga Saud, dan akhirnya berhasil memukul mundur kekuasaan turki dengan bantuan tetara Inggris dari jazirah Arab. Keluarga saud sendiri memproklamirkan sebagai penguasa arab maka wilayah jazirah arab selanjutnya dinamakan Saudi Arabia.Kemajuan teknologi barat juga tidak bisa dilepaskan sebagai salah satu faktor penentu kehancuran wilayah turki usmani, dimana sistem kemiliteran bangsa barat selangkah lebih maju dibandingkan dengan kerajaan turki usmani. Oleh karena itu saat terjadi kontak senjata maupun peperangan yang terjadi belakangan, tentara turki selalu mengalami kekalahan. Terlebih Turki Usmani sangat tidak mendorong berkembangnya ilmu pengetahuan, maka otomatis peralatan perangnya pun semakin ketinggalan jaman. Saat Turki Usmani mulai berbenah, sudah terlambat karena wilayahnya sedikit demi sedikit mulai menyusut karena melepaskan diri dan sulit untuk menyatukannya kembali.Akhirnya pada 1924, Kemal Attaturk memaksa Sultan Hamid II untuk menyerahkan kekuasaan Turki Usmani setelah kemal melakukan gerakan pembaharuan melalui Turki Muda nya, dan penyerahan kekuasaan ini menjadikan Turki Usmani telah berakhir riwayatnya dan kemudian digantikan oelh Republik Turki yang sekuler.Kehancuran Kerajaan Turki Usmani ini, membuat bangsa-bangsa eropa semakin mudah menguasai dan menjajah wilayah-wilayah ynag dulu diduduki oleh Usmani yang mayoritas muslim. Maka sejak itulah umat islam berada dalam situasi dijajah oleh bangsa non muslim. Sungguh ironis karena ini lebih baik oleh bangsa turki karena bagaimanapun juga Turki Usmani adalah muslim.
Langganan:
Postingan (Atom)




Siapakah yang jadi juara tahun ini?
